Rabu, 17 April 2013

NABI MUHAMMAD SAW DALAM PERSPEKTIF ALQUR’AN

BAB I  PENDAHULULUAN
BAB II PEMBAHASAN
A.     Definisi Nabi
-          Secara Bahasa bersumber dari Kamus
-          Secara istilah    bersumber dari Kitab Tauhid
B.    Karakteristik Nabi
-          Sebagai manusia biasa
-          Sebagai manusia pilihan
-          Mendapatkan wahyu dari Allah SWT
-          Bersifat Ma’shum
C.    Mengapa perlu adanya Nabi
D.    Nabi Muhammad SAW dalam perspektif Alqur’an
-          Kata Muhammad dalam Alqur’an
-          Dhomir Muhammad dalam alqur’an
        E.  Tugas Nabi Muhammad SAW
-          Pembawa kabar gembira
-          Pemberi Peringatan
-          Membacakan Ayat –ayat Alqur’an
-          Menjelaskan Ayat-ayat Alqur’an
-          Mengajarkan hikmah
F.     Kewajiban kita terhadap Nabi
a.      Mentaati
b.      Mencintai Nabi
c.      Melanjutkan Risalah Nabi
     III    KESIMPULAN

I. Pendahuluan
Agama samawi dapat diterima oleh umat manusia sebagai pedoman hidup manusia untuk mencapai kebahagiaan di dunia dan akhirat, tidak terlepas dari peranan para nabi dan rasul. Agama Islam dapat berkembang ke seantero dunia sampai saat sekarang ini tidak terlepas dari peranan nabi Muhammad SAW. Dia sebagai muballigh, sekaligus  uswatun hasanah, yang menjadi teladan bagi para sahabatnya, para tabi’in, tabi’it tabi’in yang senantiasa mengamalkan sunah-sunahnya sehingga sampai kepada kita yang hidup di zaman sekarang ini.
            Nabi Muhammad SAW adalah nabi terakhir, sebagai khatamul anbiya wal mursalin yang syari’atnya bersifat universal berlaku untuk seluruh ummat manusia dan berlaku sepanjang zaman.
            Pada makalah Nabi dalam perspektif Alqur’an ini sesuai dengan silabus akan dibahas masalah yang berkaitan dengan nabi, meliputi: Siapakah nabi dan rasul itu? Apa fungsi Nabi dan rasul? serta Nabi Muhammad dalam perspektif Alqur’an.
            Penulis menyadari  walaupun sudah  berusaha maksimal. Namun  makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh sebab itu kritik  dan saran sangat penulis harapkan untuk kesempurnaan makalah ini .

II. Pembahasan
A. Pengertian Nabi dan Rasul
Secara Bahasa kata Nabi berasal dari bahasa arab nabaa yang artinya pembawa berita. Sedangkan menurut Istilah Nabi ialah seseorang yang menerima wahyu syariat dari Allah untuk dilakukan sendiri,sedangkan rasul adalah seseorang yang menerima wahyu syariat dari Allah untuk dilakukan sendiri dan agar disampaikan kepada ummatnya.[1]
Dari pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa:
1. Nabi dan rasul adalah manusia biasa yang mendapat wahyu dari Allah
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ
 Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti
 kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu
itu adalah Tuhan Yang Esa”. Q.S Al Kahfi 110
2. Nabi dan rasul adalah manusia biasa yang makan makanan dan  
    berjalan di pasar-pasar
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِنَ الْمُرْسَلِينَ إِلَّا إِنَّهُمْ لَيَأْكُلُونَ الطَّعَامَ وَيَمْشُونَ فِي الْأَسْوَاقِ
Dan Kami tidak mengutus rasul-rasul sebelummu, melainkan mereka sungguhmemakan makanan dan berjalan di pasar-pasar. Q.S. Al Furqan :20
3. Nabi dan rasul adalah seorang laki-laki
وَمَا أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ إِلَّا رِجَالًا نُوحِي إِلَيْهِمْ
Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad), melainkan beberapa orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka, Q.S. Al Anbia:7
4. Sebagaimana manusia nabi dan rasul pun kawin dan berketurunan
وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَاجًا وَذُرِّيَّةً
     Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu
dan Kami memberikan kepada mereka isteri-isteri dan keturunan.
Q.S. Ar Ra’d:38
5. Nabi dan  rasul adalah seorang manusia pilihan dari golongan umatnya
itu sendiri yang sudah dipersiapkan oleh Allah dengan diberi karunia
    berupa kecerdasan fikiran serta kesucian rohani.[2]
اللَّهُ يَصْطَفِي مِنَ الْمَلَائِكَةِ رُسُلًا وَمِنَ النَّاسِ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ بَصِيرٌ (75
Allah memilih utusan-utusan (Nya) dari malaikat dan dari  manusia;  sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. Q.S. Al An’am 124

B. Berapa jumlah Nabi dan rasul
            Jumlah Nabi 124.000 orang dan kesemuanya laki-laki. Sedangkan jumlah rasul  25 rasul sebagaimana disebutkan dalam alqur’an[3].
Diantara para rasul itu ada yang diceritakan oleh Allah SWT. Kepada kita, dan ada juga yang tidak diceritakan.
وَرُسُلًا قَدْ قَصَصْنَاهُمْ عَلَيْكَ مِنْ قَبْلُ وَرُسُلًا لَمْ نَقْصُصْهُمْ عَلَيْكَ  (164
Dan (kami telah mengutus) rasul-rasul yang sungguh telah Kami kisahkan tentang mereka kepadamu dahulu, dan rasul-rasul yang tidak Kami kisahkan tentang mereka kepadamu. Q.S. An Nisa 164

 C. Tujuan Allah mengutus para Rasul
            Adapun tujuan Allah mengutus para rasul antara lain:
1.      Untuk mengajak umat manusia untuk bertauhid dan beribadah kepada Allah semata
وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ(25
Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan
      Kami wahyukan kepadanya: “Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak)
      melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku”.
      Q.S Al  anbia:25

2. Menyuruh manusia menyembah Allah dan menjauhi thaghut
وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولًا أَنِ اُعْبُدُوا اللَّهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ
Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”,( berhala atau syaitan ) Q.S. An Nahl :36
3.      Menegakkan agama dan jangan berpecah -belah
شَرَعَ لَكُمْ مِنَ الدِّينِ مَا وَصَّى بِهِ نُوحًا وَالَّذِي أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ وَمَا وَصَّيْنَا بِهِ إِبْرَاهِيمَ وَمُوسَى وَعِيسَى أَنْ أَقِيمُوا الدِّينَ وَلَا تَتَفَرَّقُوا فِيهِ
Dia telah mensyari`atkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Q.S. As Syuura :13
    4.   Membacakan dan mengajarkan ayat-ayat Allah serta hikmah
هُوَ الَّذِي بَعَثَ فِي الْأُمِّيِّينَ رَسُولًا مِنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ ءَايَاتِهِ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَ
Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan kepada mereka Kitab dan Hikmah (As Sunnah). Q.S. al Jumu’ah :3

D. Nabi Muhammad dalam perspektif Alqur’an
            Dalam perspektif alqur ’an nabi Muhammad adalah:
1.      Sebagai pembawa kabar gembira dan pemberi peringatan

إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ بِالْحَقِّ بَشِيرًا وَنَذِيرًا وَلَا تُسْأَلُ عَنْ أَصْحَابِ الْجَحِيمِ(119
Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungan jawab) tentang penghuni-penghuni neraka. Q.S. Al Baqarah 119

2.      Menjadi saksi atas perbuatan manusia

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَاكُمْ أُمَّةً وَسَطًا لِتَكُونُوا شُهَدَاءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُونَ الرَّسُولُ عَلَيْكُمْ شَهِيدًا

Dan demikian (pula) Kami telah menjadikan kamu (umat Islam), umat yang adil dan pilihan agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Q.S. Albaqarah: 143

3.      Nabi Muhammad adalah manusia biasa yang bisa mati

وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَى أَعْقَابِكُمْ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَى عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ(144
Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikitpun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur. Q.S. Ali Imran: 144

4.      Nabi Muhammad adalah pembawa kebenaran:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمُ الرَّسُولُ بِالْحَقِّ مِنْ رَبِّكُمْ فَآمِنُوا خَيْرًا لَكُمْ وَإِنْ تَكْفُرُوا فَإِنَّ لِلَّهِ مَا فِي السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا(170
Wahai manusia, sesungguhnya telah datang Rasul (Muhammad) itu kepadamu dengan (membawa) kebenaran dari Tuhanmu, maka berimanlah kamu, itulah yang lebih baik bagimu. Dan jika kamu kafir, (maka kekafiran itu tidak merugikan Allah sedikitpun) karena sesungguhnya apa yang di langit dan di bumi itu adalah kepunyaan Allah. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Q.S. An Nisa :170

5.      Nabi Muhammad pembawa kebenaran mukjizat berupa alqur’an

يَاأَيُّهَا النَّاسُ قَدْ جَاءَكُمْ بُرْهَانٌ مِنْ رَبِّكُمْ وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكُمْ نُورًا مُبِينًا(174
Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu bukti kebenaran dari Tuhanmu, (Muhammad dengan mu`jizatnya) dan telah Kami turunkan kepadamu cahaya yang terang benderang (Al Qur’an).Q.S. An Nisa: 74
6.      Nabi Muhammad adalah pemberi peringatan dan penjelasan

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُوا مَا بِصَاحِبِهِمْ مِنْ جِنَّةٍ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ مُبِينٌ(184

Apakah (mereka lalai) dan tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) tidak berpenyakit gila. Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan lagi pemberi penjelasan.Q.S. Al A’raf:184

7.       Nabi Muhammad adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira
أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا اللَّهَ إِنَّنِي لَكُمْ مِنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ(2
agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepadamu daripada-Nya, Q.S. Huud:2
8.      Nabi Muhammad adalah penyampai amanah Allah

فَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ الْمُبِينُ(82
Jika mereka tetap berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (Muhammad) hanyalah menyampaikan (amanat Allah) dengan terang.Q.S.An Nahl:82

9.      Nabi Muhammad adalah pengikut agama nabi Ibrahim yang hanif

ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ(123

Kemudian Kami wahyukan kepadamu (Muhammad): “Ikutilah agama Ibrahim seorang yang hanif.” dan bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. Q.S.An Nahl: 123

10. Nabi Muhammad adalah Rasulullah dan penutup para Nabi

مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللَّهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا(40
Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.          Q.S. Al Ahzab: 40

مُحَمَّدٌ رَسُولُ اللَّهِ وَالَّذِينَ مَعَهُ أَشِدَّاءُ عَلَى الْكُفَّارِ رُحَمَاءُ بَيْنَهُمْ تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا سِيمَاهُمْ فِي وُجُوهِهِمْ مِنْ أَثَرِ السُّجُودِ

Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka, kamu lihat mereka ruku` dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Q.S. Al Fath :29

11.  Nabi Muhammad adalah Pembawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul sebelumnya
بَلْ جَاءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِينَ(37
Sebenarnya dia (Muhammad) telah datang membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).Q.S. As shaffat :37

12. Nabi Muhammad adalah seorang pemberi peringatan
قُلْ إِنَّمَا أَنَا مُنْذِرٌ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا اللَّهُ الْوَاحِدُ الْقَهَّارُ(65

Katakanlah (ya Muhammad): “Sesungguhnya aku hanya seorang pemberi peringatan, dan sekali-kali tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Maha Esa dan Maha Mengalahkan.Q.S. Shaad : 65
هَذَا نَذِيرٌ مِنَ النُّذُرِ الْأُولَى(56
Ini (Muhammad) adalah seorang pemberi peringatan di antara pemberi-pemberi peringatan yang telah terdahulu.Q.S. An Najm: 56

13.  Nabi Muhammad adalah Da’i yang tidak minta upah dari dakwahnya

            قُلْ مَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ وَمَا أَنَا مِنَ الْمُتَكَلِّفِينَ(86
Katakanlah (hai Muhammad): “Aku tidak meminta upah sedikitpun kepadamu atas da`wahku; dan bukanlah aku termasuk orang-orang yang mengada-adakan. Q.S. Shaad : 83
14.       Nabi Muhammad adalah Nabi yang pernah melihat Jibril dalam
     mukanya yang asli

وَلَقَدْ رَآهُ نَزْلَةً أُخْرَى(13
Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, Q.S. An Najm:13

15. Nabi Muhammad adalah penyampai wahyu Allah yang tidak mungkin
      bohong Q.S Al Haqqah: 44-47

وَلَوْ تَقَوَّلَ عَلَيْنَا بَعْضَ الْأَقَاوِيلِ(44)لَأَخَذْنَا مِنْهُ بِالْيَمِينِ(45)ثُمَّ لَقَطَعْنَا مِنْهُ الْوَتِينَ(46)فَمَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ عَنْهُ حَاجِزِينَ(47)
Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami, (44) Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya.(45) Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.(46) Maka sekali-kali tidak ada seorangpun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.(47)
16. Nabi Muhammad adalah Nabi yang menerima Alqur’an secara
      berangsur-angsur
إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْقُرْءَانَ تَنْزِيلًا(23
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al Qur’an kepadamu (hai Muhammad) dengan berangsur-angsur. Q.S. Al Insan :23

17. Nabi Muhammad adalah kepala Negara yang adil


يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى
 أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ(8
Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. . Q.S. Al Maidah :18

19. Sangat memperhatikan dan toleransi kepada pemeluk agama lain
      Hadits Nabi ” man adza dimiyyan faqad adzani ”

 20. Guru yang yang yang visioner
       hadits Nabi ” ’allimu auladakum fainnahum mahluqun min ghairi
       zamanikum”

21. Kepala keluarga yang ideal
      Hadts nabi ” khirukum  khairukum li ahlihi wa ana khairukum li ahli”

III Kesimpulan
1.      Nabi adalah Nabi ialah seseorang yang menerima wahyu syariat dari Allah untuk dilakukan sendiri
2.      Rasul adalah seseorang yang menerima wahyu syariat dari Allah untuk dilakukan sendiri dan agar disampaikan kepada ummatnya
3.      Fungsi Rasul yaitu untuk mengajak umat manusia untuk bertauhid dan beribadah kepada Allah semata serta menjauhi thaghut.
4.      Nabi Muhammad dalam perspektif Alqur’an sebagai rasul , penyampai kabar gembira serta pemberi peringatan, sbagai kepala negara yang adil, demokratis, sebagai guru yang visioner, kepala keluarga yang sangat memperhatikan keluarganya, sebagai kakek yang sangat mencintai cucunya.

Referensi

Sabiq,Sayid 1996, Aqidah Islam,  Terjemahan Diponegoro Bandung.
Mujieb, M. Abdul1994, Kamus Istilah Fiqih, Pustaka Firdaus Jakarta
The Holy Qur’an CD
Katsir, ibnu, 2006 Kisah-kisah Alqur’an, Kalam Mulia Jakarta


I. PENDAHULUAN
            Masalah KKN akhir-akhir ini sedang menjadi issu sentral di negeri kita tercinta ini.   Banyak kepala daerah masuk penjara karena masalah korupsi, begitu juga beberapa mantan mentri dijebloskan ke penjara karena hal yang sama. Bahkan Indonesia termasuk Negara terkorup di asia Tenggara.
Nabi  Muhammad SAW adalah nabi yang terakhir yang syari’atnya berlaku sepanjang zaman. Sedangkan Alqur’an merupakan mukjizat terbesarnya yang dapat kita saksikan sampai saat sekarang ini. Alqur’an adalah shalihun likulli zamanin wa makanin. Sebagai konsekuensinya  Alqur’an harus mampu menjawab segala persoalan yang timbul pada masa lalu, masa sekarang dan masa yang akan datang.
            Benarkah alqur’an mampu menjawab segala persolan yang muncul di kalangan umat manusia ? Sedangkan persolan itu berkembang sangat pesat, semakin kompleks serta beragam ? Jika waktu itu Nabi menghadapi persoalan yang sulit, maka ayat alqur’an turun sebagai jawaban atas persoalan tersebut. Sekarang alqur’an sudah sempurna, bagaimana cara menjawab segala persolan yang timbul pada saat sekarang ini.
            Makalah ini akan membahas bagaimana hukum membela orang yang salah ? Bagaimana hukumnya KKN? ( Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ) Bagaimana pula hukum harta yang dihasilkan dari korupsi?
            Pemakalah menyadari sepenuhnya, meskipun sudah berusaha untuk menyajikan makalah ini dengan sebaik-baiknya, tetapi masih saja terdapat kekurangan. Hal itu disebabkan karena minimnya pengetahuan dan referensi pemakalah. Oleh sebab itu kritik dan saran selalu diharapkan demi kesemputrnaan makalah ini selanjutnya.

II. PEMBAHASAN

  1. Larangan khianat dan membela orang yang salah Annisa 105 dan
     Al Anfal 58

إِنَّا أَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِتَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ بِمَا أَرَاكَ اللَّهُ وَلَا تَكُنْ لِلْخَائِنِينَ خَصِيمًا(105
Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab kepadamu dengan membawa kebenaran, supaya kamu mengadili antara manusia dengan apa yang telah Allah wahyukan kepadamu, dan janganlah kamu menjadi penantang (orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang khianat,Q.S An Nisa :105

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَى سَوَاءٍ إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ الْخَائِنِينَ (58

Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.Q.S. Al Anfal :58

            Khianat atau curang merupakan sifat tercela. Seseorang akan merasa sakit hati dan kesal jika ia dikhianati. Karena khianat mengakibatkan hubungan sesama manusia menjadi tidak harmonis. Betapa tidak seseorang sudah menaruh kepercayaan penuh, tidak  tahunya  kepercayaan itu dia khianati atau dicurangi.
Dengan khianat kredibilitas seseorang akan hancur. Pepatah mengatakan sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak akan percaya. Pantaslah kalau Allah sangat membenci terhadap orang yang suka berkhianat. Sifat khianat merupakan salah satu dari tanda orang munafiq sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits:

آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ   روه البجارى

Artinya: Tanda-tanda orang munafik ada tiga, jika berkata dusta, jika berjanji ingkar, dan jika dipercaya  curang (khianat) ( H.R. bukhari )
Bukan hanya itu saja Allah pun mengancam kepada orang munafik dengan siksaan yang pedih (Q.S An Nisa 138) yaitu di neraka yang paling bawah (Q.S An Nisa :145)

بَشِّرِ الْمُنَافِقِينَ بِأَنَّ لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا(138
Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, Q.S An Nisa 138

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ فِي الدَّرْكِ الْأَسْفَلِ مِنَ النَّارِ وَلَنْ تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا(145
Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka. Q.S An Nisa :145
Sebagaimana dalam QS. An Nisa : 105 kita dilarang membela orang salah. Orang yang salah bukan seharusnya dibela, tetapi justru harus diingatkan tentang kesalahannya sehingga tidak  lagi berbuat kesalahan, serta diberikan hukuman sesuai dengan bobot kesalahannya. Membela orang yang salah berarti bekerja sama dalam perbuatan dosa.
Allah SWT melarang hal itu sebagaimana firmannya:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Q.S. Al Maidah : 2
Jadi membela orang yang salah seperti yang sering dilakukan  advokat atau pengacara  hukumnya haram. Apalagi jika dengan jalan membela orang yang salah, kemuadian yang salah dimenangkan oleh hakim dan pengacara tersebut memperoleh imbalan.  Uang imbalan  yang diperoleh dari jalan yang haram , maka hukumnya haram juga.

B. Hukum Korupsi, Kolusi dan Nepotisme ( KKN )
1. Korupsi ialah perbuatan busuk seperti penggelapan uang, penerimaan uang
    sosok dan lain sebagainya[4]. Korupsi merupakan perbuatan haram, karena penggelapan uang bias disamakan dengan mencuri. Sedangkan hukuman pencuri adalah dipotong tangannya jika sudah memenuhi syaratnya seperti uang yang dicuri  mencapai satu nisab
Allah SWT berfirman :

وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالًا مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ  (38

Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Q.S Al Maidah :38
Jika yang dilakukan dalam korupsinya menerima uang sogok, maka perbuatan itu pun terkutuk sebagaimana Sabda Nabi Muhammad SAW:
Sedangkan Kolusi ialah kerja sama rahasia untuk maksud tidak terpuji[5]
Nepotisme ialah tindakan mementingkan , menguntungkan sanak saudara atau teman-teman sendiri terutama dalam pemerintahan.[6]
                                                                                                                   
b. hukum KKN
c. Hukuman bagi koruptor dan kedudukan harta hasil korupsi

                       



[1] Sayid Sabiq, 1996, Aqidah Islam, Diponegoro Bandung. Halaman 276
[2] Sayid Sabiq, 1996, Aqidah Islam, Diponegoro Bandung. Halaman 276
[3] M. Abdul Mujieb, 1994, Kamus Istilah Fiqih, Pustaka Firdaus Jakarta. Halaman 238
   Imam Al asy’ari berpendapat bahwa diantara para nabi ada yang wanita, yaitu: Hawwa, Sarah,
   Ibu  Nabi Musa, Hajar, ‘Aisyah dan Maryam

[4]Indrawan WS, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, hal 133
[5] Tim Redaksi, Kamus Besar Bahasa Indonesia, hal. 582
[6]Muhammad Ali, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia Modern, hal 269

Jumat, 12 April 2013

Kisah Wanita yang Memiliki Jenggot



Waxing merupakan salah satu kegiatan yang banyak dipilih wanita untuk menghilangkan rambut-rambut yang tidak diinginkan di tubuh. Tapi Mariam, seorang wanita kelahiran Jerman justru melakukan hal yang sebaliknya.

Mariam tells ITV that she's learned to love the way she looks, facial hair and all. (Photo: ITV/This Morning)

Berbeda dengan wanita pada umumnya, Mariam memiliki rambut halus di bagian dagu atau biasa disebut jenggot. Tumbuhnya rambut halus itu ia alami setelah melahirkan anak laki-laki. Saat itu umurnya 21 tahun. Semakin lama, rambut yang tubuh semakin tebal, dan akhirnya menutupi seluruh dagunya.

Hal tersebut membuat Mariam harus mencabuti bulunya selama berjam-jam setiap hari ketika ingin keluar rumah. Namun masalahnya tak selesai sampai di situ. Setelah bulunya dicabuti, bulu dagu Mariam menjadi merah dan meradang.

"Daguku menjadi sangat merah dan meradang karena bulunya dicabuti. Kelihatannya seperti aku habis terjatuh dan mendarat dengan daguku. Banyak orang yang bertanya, tapi saat aku utarakan alasannya, mereka tak percaya," ujar Mariam.

Berbagai cara sudah dilakukan Mariam untuk menghilangkan jenggotnya, tapi tak pernah berhasil. Ia enggan mencukur atau mengguntingnya, karena khawatir rambut yang tubuh semakin tebal dan banyak.

Ia pun berkonsultasi kepada seorang dokter. Saat itu Mariam baru tahu, bahwa ia tidak sendirian. Tak sedikit wanita yang mengalami masalah yang sama dengannya. Akhirnya, sekitar lima tahun lalu, Mariam berhenti mencabuti jenggotnya dan membiarkannya tumbuh alami.

"Suatu hari aku sadar, rambut itu memang seharusnya ada di sana (dagu). Tepatnya 6 Agustus 2008, aku berhenti mencabutinya. Ini layaknya eksperimen. Apa yang akan terjadi jika aku menjadi diriku yang sebenarnya," Ujar mariam.

Awalnya Mariam merasa khawatir. Ia takut akan dijauhi dan tak ada lagi yang mau berbicara dengannya. Tapi kini keberanian sudah ia dapatkan. Wanita 3i Tahun itu kini bekerja di sirkus. Ini memberikannya kesempatan untuk mengedukasi masyarakat mengenai dirinya.

"Sekarang aku bahagia memiliki kesempatan hidup dengan jenggot," tulis Mariam di blognya.

Di dunia ini, wanita seperti Mriam tidak sedikit. Di inggris saja tercatat ada 41 juta wanita yang memiliki masalah yang sama. Penyebab rambut tumbuh di tempat yang tidak lazim itu adalah hormon testosteron yang berlebihan dalam tubuh wanita. Masalah kesehatan tumor ovarium dan obat-obatan pembesar otot (steroid) juga bisa menjadi penyebabnya.

Di indonesia, ada juga seleb yang mengalami masalah ini. Salah satunya penyanyi dangdut Iis Dahlia yang memiliki kumis halus di atas bibirnya.

Yuk, Rajin Makan Pisang!



Yuk, Rajin Makan Pisang!Ghiboo.com - Buah pisang memiliki banyak kebaikan bagi tubuh. Salah satunya, dapat mencegah kematian akibat stroke.

Potasium yang banyak terdapat di dalam pisang menjadi pahlawannya.

Sebuah studi mengungkapkan bahwa potasium membantu menurunkan tingkat tekanan darah.

Tekanan darah tinggi (hipertensi) dikenal sebagai silent killer. Anda mungkin tak menyadarinya hingga akhirnya terlambat. Hipertensi dapat berdampak buruk pada jantung, mata, pembuluh darah dan ginjal.

Semakin rajin memakan pisang, Anda memiliki kesempatan 24 persen lebih rendah terkena stroke. Tetapi tetap seimbangkan dengan olahraga teratur, mengurangi asupan garam dan berhenti merokok ya.

Langkah-langkah Mengatasi Varises Pada Kaki

Oleh | Yahoo! SHE – 15 jam yang lalu 

Tanya:
Kaki saya sering bengkak, baik jari maupun telapak kaki. Jadinya mengganggu kalau saya jalan. Kalau kecapekan juga bengkak, dok. Setelah bangun tidur bengkaknya jadi lebih besar. Kira-kira sakit apa ya, Dok? Apa yang harus saya lakukan?
Rosita, 18 tahun

Jawab:
Dear Rosita,

Kondisi yang Anda alami saat ini kemungkinan besar berasal dari adanya gangguan pembuluh darah balik (vena) pada area betis dan sekitar kaki. Kondisi ini secara umum dikenal sebagai “varicose vein” atau “varises” pada kaki.

Varises biasanya dipicu oleh kegiatan seperti berdiri dalam jangka waktu yang lama atau kondisi tubuh yang diam tidak bergerak dalam posisi kaki lebih rendah dari badan dalam jangka waktu yang lama (termasuk waktu tidur).

Untuk mengobati kondisi ini, sebaiknya Anda memeriksakan diri terlebih dahulu ke dokter. Lebih dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter spesialis bedah atau spseialis bedah vaskuler. Dengan demikian, dapat ditentukan apakah benar atau tidak kondisi tersebut disebabkan oleh varises.

Bila benar akibat varises, ada berbagai macam pilihan terapi untuk menanganinya. Terapi yang pertama kali dicoba biasanya adalah dengan pemakaian stocking khusus varises disertai dengan aktif berolahraga ringan seperti berjalan kaki selama 30-40 menit atau jogging selama 20-30 menit setiap hari.

Penderita varises juga disarankan untuk menghindari berdiri diam dalam waktu yang lama. Bila terdapat kelebihan berat badan, maka juga disarankan untuk menurunkan kelebihan berat badan tersebut.

dr. Janfrional                  Bila cara di atas tidak membantu, maka penyuntikan zat (obat) ke dalam pembuluh darah yang mengalami varises dapat dilakukan oleh dokter. Pilihan  terapi terakhir adalah dengan terapi operasi. Hal ini biasanya digunakan untuk kondisi varises berat pada kaki.

Semoga membantu. Terima kasih.

dr. Janfrional
www.meetdoctor.com

Kamis, 11 April 2013

John Webster Jadi Mualaf Setelah Melihat Masjid

Selasa, 09 April 2013, 06:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Mohammad John Webster dibesarkan dalam keluarga Protestan. Di usia remajanya, ia memiliki banyak pertanyaan soal kepercayaan yang dianutnya.

"Yang menjadi pertanyaan saya, di Inggris, banyak kemiskinan dan ketidakpuasan sosial. Agama saya seperti tidak berusaha untuk menyelesaikannya," kenang dia seperti dikutip Arabnews.com, Senin (8/4).

Sejak itu, Webster muda tidak lagi menerima Protestan dan beralih menjadi penganut komunis. Baginya, komunisme menciptakan kepuasan tersendiri. Tapi itu tidak berlangsung lama. Selanjutnya, ia beralih pada filsafat dan agama.

"Dari apa yang saya alami ini mendorong saya mengidentifikasi diri dengan apa yang disebut panteisme," katanya.

Webster mengakui peradaban Barat membuat masyarakatnya begitu asing dengan Islam. Ini terjadi karena sejak Perang Salib berakhir, banyak hal yang menyimpang terkait informasi tentang Islam dan Muslim.

Satu fase baru dalam kehidupannya dimulai ketika ia menetap di Australia. Di sana, ia membaca Alquran di sebuah perpustakaan umum di Sydney. Saat itu, kefanatikan Webster terhadap Islam coba ia tutupi. Padahal, ia sangat antusias untuk mengkaji lebih dalam terkait isi Alquran. Satu hari, ia temukan salinan Alquran terjemahan Inggris.

Pada satu surat, ia temukan satu hal tentang kehidupan Rasulullah. Ia habiskan berjam-jam untuk menemukan apa yang diinginkannya. Ketika keluar dari perpustakaan, Webster merasakan kelelahan. Kebimbangan muncul dalam pemikirannya.

Hal itu coba ia tangguhkan dengan berjalan menyusuri keramaian. Langkahnya terhenti ketika ia melihat tulisan yang menyebut 'Masjid'. Hatinya bergetar seketika. Wajahnya segera memucat.

"Inilah kebenaran.Spontan Webster mengucapkan syahadat. Tiada Tuhan selain Allah, Muhamamd adalah utusan Allah. Alhamdulillah, aku menjadi seorang Muslim," kata dia yang kini menjabat Presiden The English Muslim Mission.

Reporter : Agung Sasongko  
Redaktur : Karta Raharja Ucu

 Barangsiapa tidak meninggalkan kata-kata dusta dan perbuatan dusta maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya ((HR Bukhari))

Belajar dari Musibah

Kamis, 11 April 2013, 16:51 WIB

                                                                                    REPUBLIKA.CO.ID,
HIKMAH oleh; Abdul Karim DS
Memasuki tahun 2013, bencana alam dan kecelakaan lalu lintas kerap terjadi di hampir seluruh Indonesia, bahkan di belahan dunia lainnya. Apakah kejadian ini tergolong musibah?

Musibah berarti peristiwa yang datang tidak diduga oleh manusia. Musibah itu suatu kejadian yang ada pada wilayah kekuasaan (takdir) Allah. Karenanya, ia diposisikan sebagai stimulus (S) dari Allah, seperti yang ditegaskan di dalam Alquran.

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. (QS at-Taghaabuun: 11)

Dengan paham di atas, musibah secara bahasa adalah tertimpa atau terkenai. Sedangkan, secara istilah ialah peristiwa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi umatnya pada umur 40 hari (dalam riwayat lain 40 malam) di rahim ibu.

Dari Abu Abdirrahman Abdullah bin Mas'ud, Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya setiap orang di antaramu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya 40 hari berbentuk nutfah, kemudian menjadi segumpal darah selama itu juga, kemudian menjadi gumpalan seperti potongan daging selama itu juga, kemudian diutuslah kepadanya malaikat, lalu meniupkan ruh kepadanya dan diperintahkan atasnya (menulis) 4 perkara: (1) ketentuan rezekinya, (2) ketentuan ajalnya, (3) amalnya, (4) ia celaka atau bahagia....” (HR Bukhari-Muslim).

Di sini, ada dua perbedaan yang mencolok dalam memaknai musibah. Dari sisi makhluk, manusia tidak bisa mendeteksi kapan datang dan perginya. Di sisi lain, Allah telah menentukan waktu terjadinya musibah. Jadi, ada semacam perjanjian ghaib antara Allah dan makhluk-Nya.

Di balik musibah ada hikmah, tetapi manusia tidak menyadarinya dan bahkan ada yang tidak mau menerimanya berupa sikap tidak mau tertimpa musibah.

Buktinya, mereka menganggapnya sebagai bencana atau hal-hal negatif dan menakutkan, bahkan azab. Musibah yang paling ditakuti oleh semua orang adalah kehilangan orang tua, terutama ibu kandung. Namun siapa kira, di balik musibah ini ada hikmah kesuksesan.

Dari i'tibar itu, ketaatan dan ingkar menjadi jawaban ketika ditimpa musibah. Taat dan ingkar merupakan sikap seseorang terhadap zat yang ghaib (yang berkaitan dengan rukun Iman).
Taat berarti patuh terhadap tugas dan kewajiban disertai tanggung jawab. Sedangkan, ingkar adalah bentuk perlawanan terhadap perintah.

Lalu, apa yang Anda lakukan jika mendapat musibah? Misalkan kecelakaan, yang menyebabkan kaki Anda patah.
Apakah Anda masih tetap berjuang mendirikan shalat, ataukah Anda berhenti dengan alasan kecelakaan? Tentu, sikap Anda sangat ditentukan oleh kualitas ketaatan Anda.

Jika ketaatan Anda hanya berdasarkan rasa takut, pasti Anda akan mengambil sikap untuk beristirahat. Akan tetapi, jika didasari oleh takwa, Anda tetap berjuang untuk bisa mendirikan shalat. Wallahu a'lam.

 Redaktur : Damanhuri Zuhri

 Buta yang paling buruk ialah buta hati.((HR. Asysyihaab))


 

Orang Berakal

Kamis, 11 April 2013, 09:00 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh Imam Nawawi
Qarun adalah manusia kaya raya yang hidup di zaman Nabi Musa. Di dalam Alquran dijelaskan  kekayaannya sangat melimpah. Bahkan, untuk kunci-kuncinya saja harus dipikul sejumlah orang dengan badan yang besar dan kuat. (QS al-Qashash [28]: 76).

Tapi sayang, Qarun berbuat aniaya, ia angkuh dan sombong. Hatinya beku dan akalnya keras, sehingga ia tidak bisa menerima nasehat kebenaran.

Ketika diperingatkan agar tidak angkuh dan sombong dengan harta yang dimilikinya ia malah berpaling sembari berkata, “Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu karena ilmu yang ada padaku” (QS al-Qashash [28]: 78).

Menurut Ibnu Katsir, ucapan Qarun itu menunjukkan dirinya tidak butuh dengan nasehat kebenaran. Bahkan ia tidak merasa butuh dengan apapun, termasuk ampunan dan ancaman Allah SWT. Ia merasa dirinya hebat dan harta yang dimilikinya murni karena kepintarannya.

Sikap Qarun yang tidak bisa menghargai orang lain dan selalu menganggap dirinya lebih baik dan lebih terhormat hanya semata-mata karena harta yang dimiliki adalah sikap orang yang kurang akal. Sikap demikian biasanya umum terjadi pada mereka yang dititipi harta kekayaan.

Syekh Ibnu Atha’illah dalam kitabnya, Taj al-‘Aruus al-Hawi li Tahdzib al-Nufus menjelaskan, “Hal pertama yang semestinya engkau tangisi adalah akalmu. Sebagaimana kekeringan bisa terjadi pada rumput, akal juga bisa mengering.''

Ia menambahkan, ''Berkat akal, manusia dapat hidup berdampingan bersama manusia lain dan bersama Allah. Bersama manusia dengan akhlak yang baik dan bersama Allah dengan mengikuti apa yang diridai-Nya.”

Jadi, kriteria orang berakal atau tidak, sama sekali bukan pada berapa kekayaan yang dimiliki, tapi pada bagaimana akhlak yang dimiliki, baik akhlak kepada sesama manusia maupun akhlak kepada Allah SWT.

Semakin baik akhlak seseorang terhadap sesama manusia dan terhadap Allah SWT, bisa dipastikan orang itu adalah orang yang berakal. Sebaliknya, semakin buruk akhlak seseorang terhadap sesama dan terhadap Allah SWT, bisa dipastikan orang itu tidak berfungsi akal sehatnya.

Lebih jauh orang berakal adalah orang yang paling ingin mendapat cinta dari Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah saw bersabda, “Orang yang paling kucintai dan yang paling dekat denganku pada hari kiamat nanti adalah yang paling baik akhlaknya, yaitu yang tawadhu’ yang mencintai dan dicintai” (HR Thabrani).

Di dalam Alquran, orang yang berakal disebut sebagai Ulul Albab. “Yaitu orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka” (QS Ali Imran [3]: 191).

Dengan demikian dapat dipahami, orang berakal bukanlah orang yang semata-mata kaya, tapi orang yang memanfaatkan siang dan malamnya untuk dzikir dan pikir, sehingga tidak bertambah usia melainkan bertambah baik keimanan dan ketakwaannya, serta semakin baik pula akhlaknya baik kepada sesama maupun kepada Allah SWT.

 Redaktur : Damanhuri Zuhri

Apabila seseorang mengafirkan temannya, maka ucapan (yang mengafirkan) itu benar-benar kembali kepada salah seorang di antara keduanya (yang mengatakan atau yang dikatakan). ( HR Muslim)






Godaan Harta

Minggu, 07 April 2013, 21:44 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: H Ahmad Dzaki MA
Pemberian Allah subhanahau wa ta’ala berupa makanan, harta benda, kedudukan, anak, dan semisalnya merupakan ujian bagi manusia.

Allah berfirman dalam surat Al-Anfal ayat 28 yang artinya : “Dan ketahuilah, harta-harta kalian dan anak-anak kalian itu tidak lain hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Sesungguhnya pada setiap umat ada fitnah dan fitnah umat-Ku adalah harta.” Hadis riwayat at-Tirmidzi
Godaan harta ini akan datang dari berbagai sisi. Antara lain dari cara mencarinya. Allah SWT mensyariatkan
berbagai cara dalam mendapatkan harta, yang semuanya dibangun di atas keadilan dan jauh dari perbuatan zalim, perbuatan jahat atau menyakiti orang lain.

Maka, Orang-orang yang bertakwa kepada Allah SWT, tentu senantiasa memperhatikan batasan-batasan syariat dalam mendapatkannya.
Jauh dari unsur riba, unsur judi, dan bentuk-bentuk kezaliman lainnya, yang semuanya termasuk dalam bentuk memakan harta orang lain dengan cara yang batil.

Allah SWT mengingatkan kita dalam surat An-Nisa ayat 29 yang artinya : “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian saling memakan harta sesama kalian dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang dilakukan dengan suka sama suka di antara kalian.”

Godaan harta ini juga datang dari sisi perhatian dan keinginan seseorang terhadapnya. Sehingga sebagian orang ada yang keinginannya terhadap harta membuat dirinya berambisi terhadapnya. Hal ini membuat kesibukannya hanyalah mencari harta.

Mulai aktivitasnya setelah bangun tidur sampai kembali ke rumahnya untuk beristirahat, yang dipikirkannya hanyalah harta. Di saat duduk, berdiri, maupun berjalan, yang ada di hatinya hanyalah mencari harta.

Bahkan saat tidur pun yang diimpikan adalah mencari harta. Lebih dari itu, saat shalat pun pikirannya dipenuhi dengan harta. Seakan-akan dirinya diciptakan untuk sekadar mencari harta.

Padahal dengan perhatian dan keinginan yang berlebihan hingga melalaikan akhirat seperti itu, seseorang tidak akan mendapatkan rezeki kecuali yang telah Allah Ta’ala tetapkan untuk dirinya.

Orang yang demikian, tentunya orang yang tertipu serta terjatuh pada godaan dunia. Sehingga memusatkan seluruh pikiran dan kesibukannya untuk harta. Dia menjadikan dunia bersemayam di hatinya sehingga lupa dari beribadah kepada Allah Ta’ala.

Godaan harta juga akan muncul dari sisi penggunaannya. Dari sisi ini, kita dapatkan sebagian orang yang berharta memiliki sifat pelit sehingga tidak mau mengeluarkan zakatnya, tidak mau menjalankan kewajiban berinfak kepada kerabatnya yang wajib untuk dibantu.

Sedangkan sebagian yang lainnya justru mengeluarkan hartanya tanpa ada perhitungan serta dihambur-hamburkan sia-sia. Padahal Allah Ta’ala menyebutkan di dalam surat Al-Isra : 27-27 yang artinya :

Dan berikanlah kepada keluarga-keluarga yang dekat haknya (mereka), (begitu pula) kepada orang miskin dan orang yang dalam perjalanan dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) sia-sia. Sesungguhnya orang-orang yang menghambur-hamburkan hartanya sia-sia adalah saudara-saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Rabbnya.”

Karena itu, siapa pun di antara kita harus hati-hati dan senantiasa takut terkena godaan harta ini. Betapa
banyak orang yang lebih berilmu dari kita, terjatuh pada penyimpangan-penyimpangan karena godaan ini.

Bahkan ada pula orang yang dahulunya istiqamah membela As-Sunnah dan melawan kebatilan, namun kala tergoda harta, kemudian terjatuh pada penyimpangan-penyimpangan.

Hal itu di antaranya disebabkan oleh ketidakhati-hatian serta perasaan aman dari bahaya godaan harta. Padahal harta secara umum akan menarik pemiliknya untuk memenuhi keinginan-keinginan syahwatnya.

Akibat memenuhi keinginannya, seseorang akan terseret hidup bermewah-mewah yang kemudian membuat dirinya sombong dan angkuh. Akhirnya membuat dirinya tidak peduli dengan kemaksiatan kepada Allah Ta’ala. Na'udzubillah.

Harta itu lezat dan manis, siapa yang menerimanya dengan hati bersih, ia akan mendapat berkah dari hartanya tersebut(HR Muslim)

Redaktur : Damanhuri Zuhri        

Jumat, 05 April 2013

Membalas kejahatan dengan kebaikan



Topik : Membalas kejahatan dengan kebaikan
Subbab : Akhlak yang terpuji
Bab : AKHLAK
Ditemukan 6 ayat


  1. QS. Ar-Ra'd [13] : ayat 22
walladziina shabaruu ibtighaa-a wajhi rabbihim wa-aqaamuu shshalaata wa-anfaquu mimmaa razaqnaahum sirran wa'alaaniyatan wayadrauuna bilhasanati ssayyi-ata ulaa-ika lahum 'uqbaa ddaar
[13:22] Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),
[13:22] And those who are constant, seeking the pleasure of their Lord, and keep up prayer and spend (benevolently) out of what We have given them secretly and openly and repel evil with good; as for those, they shall have the (happy) issue of the abode

  2. QS. Al-Mu'minuun (Al-Mu'minun) [23] : ayat 96
idfa'billatii hiya ahsanu ssayyi-ata nahnu a'lamu bimaa yashifuun
[23:96] Tolaklah perbuatan buruk mereka dengan yang lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.
[23:96] Repel evil by what is best; We know best what they describe.

  3. QS. Al-Furqaan (Al-Furqan) [25] : ayat 63
wa'ibaadu rrahmaanilladziina yamsyuuna 'alaa l-ardhi hawnan wa-idzaa khaathabahumu ljaahiluuna qaaluu salaamaa
[25:63] Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan.
[25:63] And the servants of the Beneficent God are they who walk on the earth in humbleness, and when the ignorant address them, they say: Peace.

  4. QS. Al-Qashash (Al-Qasas) [28] : ayat 54
ulaa-ika yu/tawna ajrahum marratayni bimaa shabaruu wayadrauuna bilhasanati ssayyi-ata wamimmaa razaqnaahum yunfiquun
[28:54] Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.
[28:54] These shall be granted their reward twice, because they are steadfast and they repel evil with good and spend out of what We have given them.

  5. QS. Fushshilat (Fussilat) [41] : ayat 34
walaa tastawii lhasanatu walaa ssayyi-atu idfa'billatii hiya ahsanu fa-idzaalladzii baynaka wabaynahu 'adaawatun ka-annahu waliyyun hamiim
[41:34] Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia.
[41:34] And not alike are the good and the evil. Repel (evil) with what is best, when lo! he between whom and you was enmity would be as if he were a warm friend.

  6. QS. Fushshilat (Fussilat) [41] : ayat 35
wamaa yulaqqaahaa illaalladziina shabaruu wamaa yulaqqaahaa illaa dzuu hazhzhin 'azhiim
[41:35] Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keuntungan yang besar.
[41:35] And none are made to receive it but those who are patient, and none are made to receive it but those who have a mighty good fortune.