Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Dunia Islam. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Juni 2015

12 Skenario Kiamat versi Ahli



Jumat, 21 Desember 2012 , 10:01:00

BISA jadi akhir dunia memang masih butuh waktu lama. Termasuk, penanggalan Suku Maya yang berakhir hari ini (21-12-2012) bukan menjadi hari terakhir bagi umat manusia.

Sampai saat ini juga tidak diketahui secara pasti tentang bagaimana kiamat itu terjadi. Tapi Tabloid The SUN di Inggris telah merangkum pendapat para ahli tentang skenario kiamat.

Menurut The SUN, ada 12 skenario akhir dunia. Ada karena sebab penyakit, letusan gunung berapi, hingga tumbukan benda langit. Berikut ini adalah pendapat para ahli tentang skenario yang membuat umat manusia binasa:

1. Tumbukan Meteor
Ahli asteroid Austen Atkinson mengatakan, kemungkinan meteor menumbuk Bumi memang sangat kecil. Meski begitu meteor bisa menjadi bencana besar bagi umat manusia di bumi. Asteroid melintas dekat dengan lintasan Bumi pada kecepatan 20-30 kilometer per detik, yang membuat nyaris mustahil mencegah adanya tumbukan. Bahkan andai asteroid selebar 500 meter saja menumbuk bumi, bisa memicu tsunami setinggi ribuan meter yang mampu menyapu umat manusia.

2. Wabah Penyakit
Wabah flu yang mematikan terjadi secara tak beraturan, tetapi sangat berbahaya dan merusak. Wabah flu paling fatal dalam sejarah manusia terjadi pada 1918 di Spanyol. Wabah itu menyebar hingga Kutub Utara dab pulau terpencil di Samudera Pasifik yang menewaskan 50 juta orang.

3. Radiasi Ledakan Matahari
Matahari mengeluarkan materi dan radiasi dalam jumlah besar yang menyemburkan angin dan medan magnet ke ruang angkasa. Partikel-partikel itu menyebabkan aurora yang kuat yang lebih dikenal sebagai Northern Lights di Kutub Utara dan Southern Lights di Kutub Selatan. Tapi intensitas sinas kosmis dengan kekuatan besar bisa merusak lapisan Ozon sehingga membahayakan umat manusia.

4. Kiamat Versi Agama
Kebanyakan agama mengenal adanya Hari Penghakiman. Dalam Kristen, kiamat akan datang setelah kemunculan kedua Yesus. Sementara Islam juga mengenal hari pembalasan. Agama hanya menyuguhkan tanda-tanda. Tapi soal kapan kiamat datang berdasarkan versi agama itu tidak diketahui.

5. Supervulcano

Sebuah supervulcano ini bisa menghasilkan erupsi dalam ukuran ribuan kali lebih besar dari gunung berapi normal. Kubah magma yang tersembunyi di bawah tanah yang datar bisa meletus. Supervulcano yang saat ini dikenal adalah Yellowstone di Idaho, Amerika Serikat yang membentang hingga 50 mil. Letusannya diperkirakan bisa mencapai 1000 mil. Di Indonesia, Danau Toba di Sumatera Utara pernah menjadi supervulcano.

6. Pergeseran Kutub
Para ilmuwan telah menunjukkan adanya pergeseran lokasi geografis kutub.  Jika pergeseran kutub itu terjadi secara cepat, maka yang muncul adalah bencana seperti banjir, gempa bumi hingga letusan gunung berapi.

7. Invasi Alien
Ketakutan bahwa makhluk extra-terrestrial (ET) bakal menginvasi Bumi telah melanda selama beberapa abad. Orang-orang yang percaya dengan keberadaan ET meyakinkan bahwa makhluk luar ankgasa itu telah hidup di antara umat manusia sejak lama, dengan menyusup ke populasi dunia dengan berpura-pura sebagai manusia.

Skenario kiamat menurut invasi Alien ini adalah serbuan makhluk luar angkasa yang muncul pada 21 Desember ini untuk menghabisi umat manusia, atau menguras sumber daya Bumi dan menghancurkannya.

8. Perang Nuklir
Era Perang Dingin memang sudah usai. Tapi ancamannya tetap nyata karena bekas blok yang bersitegang masih menyimpang senjata pemusnah massal. Misalnya saja, peluncuran roket jarak jauh Korea Utara baru-baru ini telah memicu ketegangan dunia dan memicu ketakutan bahwa negara yang dikuasai penjahat bisa membangun kemampuan untuk memanfaatkan nuklir sebagai senjata.

9. Abad Es
Perubahan iklim akibat pemanasan global diyakini sebagai salah satu penyebab kekeringan, badai dan juga banjir. Tapi beberapa ilmuwan juga mengatakan, pemanasan global dapat mengurangi angin hangat yang bertiup dari daerah tropis, sehingga menyebabkan ketidakseimbangan besar dalam hal suhu di belahan bumi utara. Konsekuensinya bisa fatal.

10. Kebangkitan Mesin
Beberapa pakar teori konspirasi telah meyakinkan publik tentang adanya alat dengan kecerdasan super buatan manusia yang dirancang untuk membunuh. Tapi tipis kemungkinan adanya plot besar untuk menyembunyikan kemajuan teknologi.

11. Kesalahan Perjalanan Waktu
Ada yang percaya bahwa seseorang dari masa depan bisa berkelana ke masa lalu umat manusia dan menyebabkan konflik dalam rangkaian ruang dan waktu. Ini pula yang diyakini sebagai salah satu dasar Bangsa Maya menyusun kalender mereka yang misterius, yakni ketika ada seseorang dari masa depan memberi peringatan tentang datangnya kiamat.

12. Large Hadron Collider (LHC)
Para ahli dari 60 negara telah bekerja di kedalaman 250 kaki di bawah tanah di laboratorium partikel fisik milik lembaga riset nuklir Eropa, CERN, dalam sebuah proyek yang mencoba membuktikan teori Big Bang tentang penciptaan alam semesta pada 14 miliar tahun silam. Tapi beberapa kalangan khawatir mesin Large Hadron Collider (LHC) milik CERN di Swiss itu justru menciptakan Lubang Hitam kecil yang menelan Bumi. (ara/jpnn)

Mereka yang Pernah Meramal Kiamat



Jumat, 21 Desember 2012 , 16:07:00

RAMALAN suku maya tentang datangnya kiamat pada 21 Desember 2012, bukanlah kali pertama terjadi. Sebelumnya telah banyak ramalan-ramalan tentang datangnya hari akhir dunia.

Dikutip dari reuters.com, Jumat (21/12), ilmuwan besar Isaac Newton pernah mengutip 2060 sebagai tahun bumi akan hancur.

Seorang Pendeta asal Amerika Serikat, William Miller, meramalkan bahwa Yesus Kristus akan turun ke bumi pada bulan Oktober 1844 untuk membersihkan manusia dari dosa-dosanya. Masa itu pun diartikan sebagai tanda-tanda kiamat tiba.

Pada tahun 1997, 39 anggota sekte Gerbang Surga, percaya dunia ini akan berakhir. Mereka pun melakukan bunuh diri massal.

Baru-baru ini, pembawa radio di AS Harold Camping, ikut-ikutan meramal dunia akan berakhir pada tanggal 21 Mei 2011. Meski kemudian diralat lima bulan berikutnya, terbukti ramalan itu hanya rumor belaka.(afz/jpnn)

Ramalan Suku Maya Bagus untuk Tobat



Jumat, 21 Desember 2012 , 22:41:00
 
 
JAKARTA- Ramalan Suku Maya yang memprediksi akan datangnya kiamat pada hari ini (Jumat, 21/12) tak lain hanya pendapat sekelompok orang. Politikus Partai Persatuan Perjuangan (PPP), Arwani Tomafi, menilai ramalan itu bagus sebagai pengingat untuk segera bertobat menyambut datangnya hari akhir.

"Itukan hanya pendapat sekelompok orang. Boleh saja kalau banyak pendapat yang memprediksikan akan kiamat. (Ramalan itu) bagus juga, agar banyak orang bergegas menyiapkan bekal di akhirat nanti. Soal kiamat, hanya Allah yang tahu," ucap Arwani melalui pesan singkat, Jumat (21/12).

Menurut Arwani, menghadapi kiamat sama dengan menghadapi kematian. Kapan saja bisa terjadi dan pasti akan terjadi. Sehingga bila timbul kepanikan hal itu lantaran mereka belum siap menghadapi kenyataan.

"Saya kira kepanikan itu karena tidak siap mati. Agama memberikan pengertian yang luas tentang itu. Bahwa kematian pasti terjadi," tutup Ketua DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini. (chi/jpnn)
 
 

Wah, Kiamat Diramalkan Datang September Tahun Ini

Senin, 08 Juni 2015 , 06:00:00

PARA pemuja teori konspirasi menyebut akhir dunia alias kiamat semakin dekat. Bahkan kiamat diperkirakan akan terjadi pada September tahun ini.
Seperti diberitakan laman Daily Mirror, Minggu (7/6), para pakar teori konspirasi menyebut akan ada bencana iklim dahsyat yang bakal memusnahkan peradaban hanya dalam beberapa bulan ke depan. Merujuk pada sejumlah blog, para peramal menyebut akhir dunia itu akan terjadi antara tanggal 22-28 September karena ada benda langit semacam asteroid besar menghantam Bumi.
Sebelumnya para ahli Injil sudah mengingatkan doktrin tentang peristiwa pengangkatan sebelum masa kesukaran yang akan berlangsung selama 7 tahun. Doktrin yang beredar di kalangan terbatas itu juga diperkuat dengan tanda-tanda kiamat dalam Alkitab yang menyebut matahari akan gelap, bulan tak lagi bercahaya dan bintang-bintang akan berjatuhan.
Foto/ilustrasi: Foxnews
Namun, Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) menepis ramalan itu. NASA merasa punya data karena menempatkan deteksi atas gerak asteroid sebagai prioritas utama.
“NASA tahu bahwa tidak ada asteroid atau komet yang yang berada pada satu lintasan dengan Bumi, jadi kemungkinan tentang tabrakan besar itu sangat kecil,” kata juru bicara NASA.
Dan hasil pemantauan NASA ada yang lebih menggembirakan. “Faktanya sampai saat ini tidak ada objek besar dari antariksa yang mengarah ke Bumi dalam beberapa ratus tahun ke depan.”

Rabu, 20 Agustus 2014

Jatuh Cinta dengan Alquran, Model Skotlandia Jadi Mualaf

Reporter : Sandy | Rabu, 20 Agustus 2014 11:15
 
Dia merasa Alquran telah menolongnya dalam memahami segala sesuatu secara logis.
Jatuh Cinta dengan Alquran, Model Skotlandia Jadi MualafDream - Eunice Olumide seorang model dari Edinburgh, Skotlandia memutuskan menjadi mualaf pada 2009. Dia pun mengganti namanya menjadi Ayesha saat belajar di universitas.
Keluarga Ayesha, imigran asal Afrika Barat dimana Kristen dan Islam tumbuh berdampingan. Dibesarkan sebagai non-muslim. Ayesha mengenal dan memeluk Islam saat dia belajar filsafat di universitas.
Pada awalnya, Ayesha khawatir akan menjadi ekstrim setelah menjadi muslim. Tetapi ketika Ayesha mempelajari Alquran, pikirannya benar-benar terbuka. Teori-teori tentang alam dan ilmu pengetahuan ada di sana dan Ayesha merasa tercerahkan.
Dia merasa Alquran telah menolongnya dalam memahami segala sesuatu secara ilmiah.
Di masjid, wanita menutupi kepalanya dan pakaian mereka sangat sopan. Hal itu membuat orang tidak menilai wanita muslim dari penampilannya. Ayesha pun menyadari betapa banyak dari kita yang menghargai orang lain jika masyarakat menilai mereka cantik.
Mengenai kariernya, Ayesha pertama kali direkrut sebagai model pada usia 15 tahun. Dia pun sempat takut kariernya hilang setelah memeluk Islam. Namun setelah bertanya pada sesama muslim, dia bersyukur bahwa Islam bukan agama ekstrim.
Meski sudah menjadi muslim, Ayesha memutuskan bertahap dalam berislam. Dia telah berhijab namun belum bisa memakainya sepanjang waktu karena dia seorang model. Dia juga berjanji tidak akan memperagakan busana-busana yang tak sesuai dengan prinsip Islam.
Hingga kini, Ayesha selalu menjaga agamanya. Dia tak pernah absen salat. Dia pun hadir ke masjid untuk beribadah secara teratur.
Ayesha ingin memulai sebuah keluarga di masa depan tetapi tidak berpikir akan menikah dengan seorang non-muslim.
(Ism, Sumber: The Sun)

Ilmuwan Muslim Cilik Paling Mengesankan di Dunia

Reporter : Sandy | Rabu, 20 Agustus 2014 05:25
Sebuah program di CNN, Vital Signs, memilih Adeeb Alblooshi, dari Dubai, sebagai salah satu delapan anak-anak jagoan yang akan membentuk masa depan kedokteran.
Ilmuwan Muslim Cilik Paling Mengesankan di DuniaDream - Seorang penemu yang masih berumur 10 tahun asal Uni Emirat Arab, disebut-sebut sebagai salah satu dari delapan perintis medis muda paling mengesankan di dunia.
Sebuah program di CNN, Vital Signs, memilih Adeeb Alblooshi, dari Dubai, sebagai salah satu delapan anak-anak jagoan yang akan membentuk masa depan kedokteran.
CNN mengatakan, latar belakang mengesankan Alblooshi mulai pada usia 6 tahun. Saat itu ia membuat kaki palsu tahan air untuk ayahnya.
"Perjalanan ke pantai telah menginspirasi Alblooshi menjadi seorang inventor seperti saat ini," kata program itu. Ketika ayahnya yang telah menderita polio tidak bisa ikut berenang karena kakinya palsu, Alblooshi, yang saat itu berusia 6 tahun, membuatkan kaki palsu yang tahan air dengan menggunakan lapisan lilin medis yang ditingkatkan.
Penemuannya tidak berhenti di situ. Pemerintah Dubai pun mulai berinvestasi dengan memakai ide-idenya.
Segera setelah itu, ia menciptakan robot kecil untuk membantu ibunya membersihkan ruang-ruang kecil. Tidak lama kemudian kreativitasnya itu disorot media dan pemerintah Dubai memanggilnya.
(Ism, Sumber: Arabian Business)

Lecehkan Muslimah Berhijab, Politisi Prancis Dikecam

Reporter : Eko | Selasa, 19 Agustus 2014 17:31

Nadine Morano menyandingkan foto perempuan berhijab dengan sampul sebuah majalah yang memuat foto ikon film seks Prancis, Brigitte Bardot.
Lecehkan Muslimah Berhijab, Politisi Prancis DikecamDream - Politisi perempuan Prancis, Nadine Morano, mengunggah foto kontroversial ke akun Facebook pribadinya. Politisi konservatif Prancis itu mengunggah foto muslimah berhijab yang tengah di Pantai. Tak hanya itu, dia menyandingkan foto itu dengan sampul sebuah majalah yang memuat foto ikon film seks Prancis, Brigitte Bardot.
Morano bahkan menuliskan kata-kata yang dinilai diskrimitatif terhadap kaum muslim. Tulisan ini menambah kemarahan sejumlah orang yang menilai Morano keterlaluan.
"Ketika seseorang memilih datang ke negara sekuler, Prancis... dia harus menghormati budaya kami dan kebebasan perempuan. Jika tidak, perge ke tempat lain," demikian tulis Morano dikutip Dream dari Al Araabiya, Selasa 19 Agustus 2014.
Foto muslimah itu diposting setelah Morano melihat muslimah berhijab yang tengah duduk di tepi pantai. Muslimah itu tengah menunggu teman lelakinya yang tengah mandi di pantai.
"Saya meminta muslim yang memilih tinggal di Prancis dan harus berintegrasi, kepada muslim Prancis yang kami hormati, bantu saya mempertahankan realitas yang simpel. Prancis bukanlah negara religius," tambah Morano.
"Sang lelaki mandi dengan menunjukkan tubuhnya yang bagus, sementara sang perempuan duduk dengan busana lengkap, duduk terdiam di atas pasir," lanjut Morano.
Postingan ini langsung mendapat tanggapan beragam. Sejumlah pengguna Facebook sepakat dengan Morano. Namun, banyak juga yang menentang dan bahkan mengecam sikap Morano itu.
"Dalam demokrasi, kita harus menghormati orang lain. Dengan definisi, orang lain yang memiliki budaya berbeda," tulis pengguna Facebook, Hous Hous.
"Ayo, ayo ... buka fikiran dan sedikit membaca sebelum menulis hal-hal konyol," tulis akun Ilyass Elie, menanggapi komentar yang mendukung sikap Morano.
Sementara, pengguna Facebook lainnya, Castor De Guerre, menuliskan, "Morano, di negara sekuler, tidak ada yang melarang perempuan mengenakan jilbab di pantai."
Pada 2010 silam, Prancis melarang pemakaian jilbab, terutama yang bercadar. Bagi perempuan yang melarang aturan itu, didenda US$ 205. Prancis menerapkan aturan tersebut dengan alasan keamanan. (Ism)

Senin, 04 November 2013

Hukum Shalat dan Berdoa di Kuburan

Posted: 8 Oktober 2011 in Seputar Kubur, Tawasul, Syirik, Perkara Jahiliyah

[Diangkat dari tesis kami yang berjudul Mazhâhir al-Inhirâf fî Tauhîd al-’Ibâdah ladâ Ba’dh Muslimî Indonesia wa Mauqif al-Islam minhâ (hal. 974-990)]
“RIWAS (Ritual Ziarah Wali Songo)” sebuah istilah yang amat familiar di telinga sebagian kalangan. Mereka seakan mengharuskan diri untuk melakukannya, minimal sekali setahun. Apapun dilakukan demi mengumpulkan biaya perjalanan tersebut. Manakala ditanya, apa yang dilakukan di sana? Amat beragam jawaban mereka. Ada yang ingin shalat, berdoa untuk kenaikan pangkat, kelancaran rezeki atau agar dikaruniai keturunan dan lain-lain.
Kepada siapa meminta? Ada yang terang-terangan meminta kepada mbah wali. Namun, ada pula yang mengatakan bahwa ia tetap meminta kepada Allâh Subhanahu wa Ta’ala, tapi supaya cepat dikabulkan mereka sengaja memilih makam orang-orang ‘linuwih’ tersebut.
Yang akan dibahas dalam tulisan sederhana berikut bukan hukum ziarah kubur. Karena itu telah maklum disunnahkan dalam ajaran Islam, jika sesuai dengan adab-adab yang digariskan. Namun, yang akan dicermati di sini adalah: hukum shalat di kuburan dan berdoa di sana. Semoga paparan berikut bermanfaat!
PERTAMA: SHALAT DI KUBURAN
Shalat di kuburan hukumnya haram, bahkan sebagian ulama mengategorikannya dosa besar.[1] Praktik ini bisa mengantarkan kepada perbuatan syirik dan tindakan menjadikan kuburan sebagai masjid. Karena itulah, agama kita melarang praktik tersebut. Amat banyak nash dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menegaskan hal tersebut. Di antaranya:
Sabda beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَا تَجْلِسُوا عَلَى الْقُبُورِ وَلَا تُصَلُّوا إِلَيْهَا

Janganlah duduk di atas kuburan dan jangan shalat menghadapnya. (H.R. Muslim (II/668 no. 972) dari Abu Martsad radhiallahu ‘anhu)
Imam Nawawi rahimahullah (w. 676 H) menyimpulkan, “Hadits ini menegaskan terlarangnya shalat menghadap ke arah kuburan. Imam Syâfi’i rahimahullah mengatakan, ‘Aku membenci tindakan pengagungan makhluk hingga kuburannya dijadikan masjid. Khawatir mengakibatkan fitnah atas dia dan orang-orang sesudahnya.”[2]
Al-‘Allâmah al-Munawy rahimahullah (w. 1031 H) menambahkan, “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat menghadap kuburan; dalam rangka mengingatkan umatnya agar tidak mengagungkan kuburannya, atau kuburan para wali selain beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebab, bisa jadi mereka akan berlebihan hingga menyembahnya.”[3]
Berdasarkan hukum asal, larangan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di atas menunjukkan bahwa perbuatan yang dilarang hukumnya adalah haram. Demikian keterangan dari Imam ash-Shan’any rahimahullah (w. 1182 H).[4]
Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اجْعَلُوا فِي بُيُوتِكُمْ مِنْ صَلَاتِكُمْ، وَلَا تَتَّخِذُوهَا قُبُورًا

Laksanakanlah sebagian shalat kalian di rumah kalian dan janganlah kalian menjadikannya kuburan. (H.R. Bukhâri (I/528-529 no. 432) dari Ibn Umar radhiallahu ‘anhuma)
Hadits ini menerangkan agar rumah jangan dikosongkan dari shalat, sebab rumah yang tidak dipakai untuk shalat, terutama shalat sunnah, bagaikan kuburan yang memang bukan tempat untuk shalat.
Imam al-Baghawy rahimahullah (w. 510 H), setelah membawakan hadits di atas, menyimpulkan, “Hadits ini menunjukkan, bahwa kuburan bukanlah tempat untuk shalat.”[5]
Kesimpulan serupa juga disampaikan oleh Ibn Batthal rahimahullah (w. 449 H)[6] dan Ibn Rajab rahimahullah (w. 795 H).[7]
Ibnu Hajar al-‘Asqalany rahimahullah (w. 852 H) menyimpulkan lebih luas lagi. Kata beliau rahimahullah, “Kuburan bukanlah tempat untuk beribadah.”[8]
Sabda Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam,

الْأَرْضُ كُلُّهَا مَسْجِدٌ إِلَّا الْمَقْبَرَةَ وَالْحَمَّامَ

Bumi seluruhnya adalah masjid (tempat untuk shalat), kecuali kuburan dan kamar mandi. (H.R. Ahmad (XVIII/312 no. 11788) dari Abu Sa’id radhiallahu ‘anhu. Sanadnya dinilai kuat oleh al-Hâkim[9], Ibnu Taimiyyah rahimahullah [10] dan al-Albâni.[11]
Imam Ibnu Qudâmah rahimahullah (w. 620 H) menjelaskan, bahwa bumi secara keseluruhan bisa menjadi tempat shalat kecuali tempat-tempat yang terlarang untuk shalat di dalamnya, seperti kuburan. [12]
Keterangan serupa juga disampaikan oleh Imam an-Nawawi rahimahullah[13] dan al-Hâfizh al-‘Iraqi rahimahullah (w. 806 H) [14].
4. Doa Rasûlullâh shallallahu ‘alaihi wa sallam,

اللَّهُمَّ لَا تَجْعَلْ قَبْرِي وَثَنًا يُعْبَدُ، اشْتَدَّ غَضَبُ اللَّهِ عَلَى قَوْمٍ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

Ya Allâh, janganlah Engkau jadikan kuburanku berhala yang disembah. Allâh sangat murka kepada kaum yang menjadikan kuburan para nabi mereka masjid. [15]
Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah (w. 463 H) menerangkan, “Dahulu orang Arab shalat menghadap berhala dan menyembahnya. Sehingga Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa khawatir umatnya akan melakukan apa yang dilakukan umat sebelum mereka. Biasanya, jika nabi mereka wafat, mereka akan berdiam di sekeliling kuburannya, sebagaimana yang mereka lakukan terhadap berhala. Maka, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ya Allâh, janganlah Engkau jadikan kuburanku berhala yang disembah”, dengan bershalat menghadap kepadanya, sujud ke arahnya dan menyembah. Allâh Subhanahu wa Ta’ala sangat murka atas orang yang melakukan hal itu.
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam memperingatkan para sahabat dan umatnya agar tidak terjerumus kepada perilaku buruk kaum terdahulu. Mereka shalat menghadap kuburan para nabi dan menjadikannya sebagai kiblat dan masjid. Sebagaimana praktik para pemuja berhala terhadap berhala mereka. Ini merupakan syirik akbar![16]
5.  Hadits-hadits yang berisikan larangan untuk menjadikan kuburan sebagai masjid. Di antaranya yaitu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ؛ اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسَاجِدَ

Semoga Allâh membinasakan kaum Yahudi. Mereka menjadikan kuburan para nabi mereka sebagai masjid. (H.R. Bukhari (I/531 no. 437) dan Muslim (I/376 no. 530) dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu)
Imam Ibnu Abdil Barr rahimahullah menuturkan, bahwa hadits di atas mengandung “larangan untuk sujud di atas kuburan para nabi. Semakna dengan itu juga haramnya sujud kepada selain Allâh Subhanahu wa Ta’ala. Hadits ini juga bisa diartikan larangan untuk menjadikan kuburan para nabi sebagai kiblat shalat. Setiap makna dalam bahasa Arab yang terkandung dalam hadits ini; maka itu termasuk perbuatan yang terlarang.”[17]
Setelah membawakan salah satu hadits yang berisikan larangan membangun masjid di atas kuburan, Imam Ibnul Mulaqqin rahimahullah (w. 804 H) berkata, “Hadits ini dalil dibencinya shalat di kuburan … Baik shalat di atasnya, di sampingnya atau menghadap ke arahnya. Tidak ada bedanya, semuanya dibenci (agama).”[18]
Hikmah di balik terlarangnya shalat di kuburan.
Para ulama Islam sepakat, bahwa menyengaja shalat di kuburan adalah terlarang.[19] Tidak ada yang membolehkannya, apalagi menganjurkannya. Hanya saja, mereka berbeda pendapat dalam menentukan ‘illah (sebab) terlarangnya perbuatan tersebut;[20]
Sebagian ulama memandang, bahwa sebabnya adalah karena kuburan identik dengan najis. Sebab tanahnya bercampur dengan nanah bangkai manusia.
Adapun ulama lainnya berpendapat, bahwa sebabnya adalah karena kekhawatiran akan terjerumusnya umat ini ke dalam kesyirikan.
Di antara yang memilih pendapat kedua ini: Abu Bakr al-Atsram (w. 273)[21], al-Mawardy (w. 450 H)[22], Ibn Qudamah[23], Ibn Taimiyyah (w. 728 H)[24], as-Suyuthy (w. 911 H)[25] dan yang lainnya.
Setelah menjelaskan bahwa maksud utama dilarangnya shalat di kuburan adalah karena dikhawatirkan akan mengakibatkan tindak menjadikan kuburan sebagai berhala, Imam as-Suyuthy memperjelas, “Inilah sebab mengapa syariat melarang perbuatan tersebut. Dan ini pula yang menjerumuskan banyak orang terdahulu ke dalam syirik akbar atau di bawahnya.
Tidak jarang engkau dapatkan banyak kalangan sesat yang amat merendahkan diri di kuburan orang salih, khusyu’, tunduk dan menyembah mereka dengan hati. Bentuk peribadahan yang tidak pernah mereka lakukan, sekalipun di rumah-rumah Allâh; masjid! …
Inilah mafsadah yang sumbernya dicegah oleh Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Hingga beliau melarang secara mutlak shalat di kuburan, sekalipun tujuannya bukan untuk mencari berkah tempat tersebut. Demi menutup pintu yang menghantarkan kepada kerusakan pemicu disembahnya berhala.”[26]
Adapun pendapat yang mengatakan bahwa sebab larangan adalah karena kuburan tempat yang najis, maka ini kurang pas dan tidak didukung oleh nash. Imam Ibn al-Qayyim (w. 751 H) telah berpanjang lebar dalam menjelaskan hal itu. Di antara argumen yang beliau paparkan:
Seluruh hadits yang berisikan larangan shalat di kuburan tidak membedakan antara kuburan yang baru maupun kuburan lama yang digali kembali.
Tempat masjid Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam dahulunya adalah kuburan kaum musyrikin. Sebelum dibangun masjid di atasnya, beliau memerintahkan agar kuburan tersebut digali lalu tanahnya diratakan kembali. Dan beliau tidak menyuruh supaya tanahnya dipindahkan. Bahkan setelah diratakan, langsung dipakai untuk shalat.
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melaknat kaum Yahudi dan Nasrani lantaran mereka menjadikan kuburan para nabi sebagai masjid. Telah maklum dengan jelas bahwa larangan itu bukan karena najis, karena jika demikian niscaya larangan tersebut tidak khusus untuk kuburan para nabi. Apalagi kuburan mereka adalah tempat yang suci, dan tidak mungkin dianggap najis, karena Allâh melarang bumi untuk memakan jasad mereka.[27]
Berbagai jenis orang yang shalat di kuburan dan hukum masing-masing:
Pertama: Orang yang shalat di kuburan dengan tujuan mempersembahkan shalatnya untuk sahibul kubur.
Ini jelas masuk dalam kategori syirik akbar; karena ia telah mempersembahkan ibadah kepada selain Allâh Ta’ala.
Allâh Ta’ala menegaskan,

وَأَنَّ الْمَسَاجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

Artinya: “Sesungguhnya masjid-masjid itu milik Allâh. Maka janganlah kalian menyembah apa pun selain Allâh.” Q.S. Al-Jinn: 18.
Kedua: Shalat di kuburan dengan tujuan ber-tabaruk dengan tempat tertentu darinya.
Ini termasuk bid’ah yang mungkar dan penyimpangan dari ajaran Allâh dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wa sallam. Baik kuburan tersebut berada di arah kiblatnya maupun tidak, karena itu termasuk mengada-ada dalam praktik beribadah.
As-Suyuthy menjelaskan, “Jika seorang insan menyengaja shalat di kuburan atau berdoa untuk dirinya sendiri dalam kepentingan dan urusannya, dengan tujuan mendapat berkah dengannya serta mengharapkan terkabulnya doa di situ; maka ini merupakan inti penentangan terhadap Allâh dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wa sallam. Menyimpang dari agama dan syariatnya. Juga dianggap bid’ah dalam agama yang tidak dizinkan Allâh, Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wa sallam, maupun para imam kaum muslimin yang setia mengikuti ajaran dan sunnah beliau.”[28]
Ibn Hajar al-Haitamy (w. 974 H)[29] , al-Munawy[30] dan ar-Rumy (w. 1043 H)[31] juga menyampaikan keterangan senada.
Ketiga: Shalat di kuburan tanpa di sengaja, hanya karena kebetulan bertepatan dengan masuknya waktu shalat. Tanpa ada tujuan ngalap berkah darinya atau mempersembahkan ibadah untuk selain Allâh.
Para ulama berbeda pendapat dalam masalah ini.[32] Namun, yang lebih kuat adalah pendapat yang melarang, karena larangan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersifat umum serta demi menutup rapat pintu yang menghantar kepada kesyirikan. Dan ini merupakan pendapat mayoritas ulama, sebagaimana dijelaskan Imam Ibn al-Mundzir (w. 319 H).[33]
Keempat: Shalat di kuburan dengan tujuan shalat jenazah.
Hadits Abu Hurairah radhiyallahu ’anhu berikut menunjukkan bolehnya hal itu,

أَنَّ امْرَأَةً سَوْدَاءَ كَانَتْ تَقُمُّ الْمَسْجِدَ أَوْ شَابًّا، فَفَقَدَهَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَأَلَ عَنْهَا أَوْ عَنْهُ، فَقَالُوا: “مَاتَ”. قَالَ: “أَفَلَا كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِي؟”. قَالَ فَكَأَنَّهُمْ صَغَّرُوا أَمْرَهَا أَوْ أَمْرَهُ. فَقَالَ: “دُلُّونِي عَلَى قَبْرِهِ!”. فَدَلُّوهُ فَصَلَّى عَلَيْهَا، ثُمَّ قَالَ: “إِنَّ هَذِهِ الْقُبُورَ مَمْلُوءَةٌ ظُلْمَةً عَلَى أَهْلِهَا، وَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُنَوِّرُهَا لَهُمْ بِصَلَاتِي عَلَيْهِمْ”.

“Dikisahkan seorang wanita hitam atau pemuda biasa menyapu masjid. Suatu hari Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam kehilangan dia, sehingga beliaupun menanyakannya.
‘Dia sudah meninggal’ jawab para sahabat.
‘Mengapa kalian tidak memberitahuku?’
Mereka seakan tidak terlalu menaruh perhatian terhadap orang tersebut.
Beliau berkata, ‘Tunjukkan padaku di mana kuburannya?’
Setelah ditunjukkan beliau shalat atasnya, lalu bersabda, ‘Sesungguhnya para penghuni kuburan ini diliputi kegelapan. Sekarang Allâh meneranginya lantaran aku shalat atas mereka.’” H.R. Bukhari (I/551 no. 438) dan Muslim (II/659 no. 956) dengan redaksi Muslim.
POIN KEDUA: BERDOA DI KUBURAN
Sebagaimana telah maklum bahwa doa merupakan salah satu ibadah yang amat agung dalam agama Islam. Allâh telah memotivasi umat manusia untuk memohon pada-Nya dan berjanji untuk mengabulkan permohonan mereka. Namun di lain sisi, Dia telah mensyariatkan berbagai adab dalam berdoa. Di antaranya: menentukan tempat dan waktu pilihan, yang lebih mustajab.
Namun, setan berusaha menyesatkan para hamba dengan mengiming-imingi mereka tempat dan waktu yang diklaim mustajab, padahal tak ada petunjuk agama tentangnya. Tidak sedikit manusia yang terjerat ranjau tersebut. Sehingga mereka lebih memilih berdoa di kuburan dan tempat-tempat keramat, dibanding berdoa di masjid. Lebih parah lagi, ada yang begitu khusyu’ menghiba dan memohon kepada sahibul kubur! Alih-alih mendoakan si mayit, malah berdoa kepadanya!
Dalil yang menunjukkan bid’ahnya menyengaja berdoa di kuburan untuk diri peziarah:
Pertama: Doa merupakan salah satu ibadah mulia, dan sebagaimana telah maklum bahwa ibadah apapun tidak akan diterima Allâh kecuali jika memenuhi dua syarat; ikhlas dan mengikuti tuntunan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam.
Andaikan berdoa di kuburan merupakan ibadah, mengapa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam tidak mengajarkannya kepada umat? Kenapa pula para salafus salih tidak mempraktikkannya? Tidak ada dalil dari Alquran, maupun hadits sahih yang menunjukkan bahwa kuburan merupakan tempat favorit untuk berdoa. Ditambah dengan begitu banyaknya kitab yang ditulis para ulama guna menjelaskan adab berdoa, tidak ada satupun di antara salafus salih dan ulama yang mu’tabar yang mengatakan disyariatkannya berdoa di kuburan.
Ini menunjukkan bahwa praktik tersebut adalah bid’ah. Andaikan itu baik, niscaya mereka ada di garda terdepan dalam mempraktikkannya.
Kedua: Usaha para sahabat untuk melarang praktik doa di kuburan dan segala sesuatu yang bisa mengantarkan ke sana. Berikut fakta nyatanya:
a. Para sahabat “ketika menaklukkan negeri Syam, Irak dan yang lainnya, jika menemukan kuburan yang dituju orang-orang untuk berdoa di situ, mereka akan menutupnya.”[34]
b. Para sahabat ketika menaklukkan Baitul Maqdis, mereka tidak bergegas untuk menuju makam Nabi Ibrahim ‘alaihiwssalam atau nabi lainnya, guna berdoa atau shalat di situ. Begitu pula para ulama salaf sesudah mereka berbuat. Imam Ibn Waddhah (w. 286 H) menerangkan, Sufyan ats-Tsaury (w. 161 H) jika masuk masjid Baitul Maqdis, beliau shalat di dalamnya. Dan beliau tidak menuju situs-situs itu ataupun shalat di sana. Begitu pula praktik para imam panutan selain beliau. Waki’ (w. 197 H) juga pernah mendatangi Masjid Baitul Maqdis, dan yang dilakukannya tidak lebih dari apa yang dilakukan Sufyan. Hendaklah kalian mengikuti para imam yang telah makruf. Orang terdahulu bertutur, “Betapa banyak praktik yang hari ini dianggap biasa, padahal dahulu dinilai mungkar. Disukai, padahal dulu dibenci. Dianggap taqarrub, padahal justru sejatinya menjauhkan (pelakunya dari Allâh). Setiap bid’ah selalu ada yang menghiasinya.”[35]
c. Para sahabat ketika menaklukkan kota Tustur dan mendapatkan jasad Nabi Danial ‘alaihissalam, mereka menggali tiga belas liang kubur di berbagai tempat, lalu memakamkan Danial di salah satunya di malam hari. Setelah itu seluruh kuburan tersebut disamakan, agar orang-orang tidak tahu manakah makam beliau.[36]
Ketiga: Para ulama salaf membenci tindak menyengaja berdoa di kuburan dan menilainya sebagai bentuk bid’ah. Berikut buktinya:
a. Diriwayatkan bahwa suatu hari Zainal Abidin (w. 93 H) melihat seseorang masuk ke salah satu pojok di makam Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam lalu berdoa di situ. Zainal Abidin pun memanggilnya seraya berkata, “Maukah kuberitahukan padamu suatu hadits yang aku dengar dari bapakku,  dari kakekku, dari Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam? Beliau bersabda, “Janganlah kalian jadikan kuburanku ‘ied (tempat yang dikunjungi rutin secara berkala) dan rumah kalian kuburan. Bershalawatlah untukku, sesungguhnya shalawat dan salam kalian akan sampai padaku di manapun kalian berada”.[37]
b. Suhail bercerita bahwa di suatu kesempatan ia datang ke makam Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam untuk mengucapkan salam pada beliau. Saat itu al-Hasan bin al-Hasan (w. 97 H) sedang makan di salah satu rumah Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Beliau memanggilku dan menawariku makan. Namun aku tidak makan. Beliau bertanya, “Mengapa aku tadi melihatmu berdiri?”. “Aku berdiri untuk mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam” jawabku. Beliau menimpali, “Jika engkau masuk masjid, ucapkanlah salam kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Sesungguhnya beliau telah bersabda, “Shalatlah di rumah dan jangan kalian jadikan rumah seperti kuburan. Allâh melaknat kaum Yahudi, lantaran mereka menjadikan kuburan para nabi mereka menjadi masjid. Bershalawatlah kepadaku, sesungguhnya shalawat kalian akan sampai padaku di manapun kalian berada.”[38]
Dua atsar di atas menunjukkan bahwa menyengaja memilih makam Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam sebagai tempat berdoa, termasuk tindak menjadikannya sebagai ‘ied. Dan ini terlarang. Cermatilah bagaimana tabi’in paling afdhal dari kalangan Ahlul Bait; Zainal Abidin, melarang orang yang menyengaja berdoa di makam Rasul shallallahu ’alaihi wa sallam, dan berdalil dengan hadits yang ia dengar dari bapaknya dari kakeknya. Beliau tentu lebih paham akan makna hadits tersebut, dibanding orang lain. Begitu pula keponakannya; al-Hasan bin al-Hasan; salah satu pemuka Ahlul Bait memahami hal serupa.
Keterangan di atas bersumber dari Ahlul Bait dan penduduk kota Madinah. Nasab dan tempat tinggal mereka lebih dekat dengan Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam. Mereka jelas lebih cermat dalam memahami permasalahan ini, karena mereka lebih membutuhkan ilmu tentang itu dibanding yang lainnya.[39]
c. Di antara fakta yang menunjukkan bahwa ulama salaf menilai tindak menyengaja berdoa di kuburan termasuk bid’ah, mereka telah menyatakan bahwa jika seseorang telah mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam di makamnya lalu ingin untuk berdoa untuk dirinya sendiri, hendaklah ia berpaling dan menghadap kiblat serta tidak menghadap makam beliau. Dan ini merupakan pendapat empat imam mazhab dan ulama Islam lainnya.[40]
Padahal Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam merupakan manusia yang paling mulia. Bagaimana halnya dengan makam selain beliau yang kemuliaannya jauh di bawah beliau??!
Abul Hasan az-Za’farany (w. 517 H) menerangkan, “Barangsiapa bermaksud mengucapkan salam kepada mayit, hendaklah ia mengucapkannya sambil menghadap ke kuburan. Jika ia ingin berdoa hedaklah berpindah dari tempatnya dan menghadap kiblat.”[41]
Keempat: Sebagaimana telah dijelaskan di depan bahwa Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam melarang shalat di kuburan atau menghadap ke arahnya. Hikmahnya agar orang tidak terfitnah dengan kuburan. Doa di kuburan lebih pantas untuk dilarang, sebab peluang untuk menimbulkan fitnahnya lebih besar.
Orang yang berdoa di kuburan dalam keadaan terpepet karena dililit masalah besar dan begitu berharap untuk dikabulkan, lebih besar peluangnya untuk terfitnah kuburan, dibanding orang yang shalat di situ dalam keadaan sehat wal afiat. Karena itu harus lebih dilarang agar orang tidak terjerumus ke dalam penyimpangan.[42]
Kelima: Di antara kaidah syariat yang telah disepakati para ulama; kaidah saddu adz-dzarâ’i’ (mencegah timbulnya kerusakan dengan menutup pintu yang menghantarkan kepadanya). Dan berdoa di kuburan sebagaimana telah maklum bisa mengantarkan kepada tindak memohon kepada sahibul kubur, dan ini merupakan kesyirikan. Jadi pintu yang menghantarkan ke sana harus ditutup rapat-rapat.[43]
Berbagai jenis orang yang berdoa di kuburan dan hukum masing-masing:
Doa di kuburan ada beberapa jenis:
Pertama: Doa untuk meminta hajat kepada sahibul kubur, entah itu nabi, wali atau yang lainnya. Ini jelas syirik akbar. Allâh Ta’ala memerintahkan,

وَاسْأَلُواْ اللّهَ مِن فَضْلِهِ

Artinya: “Mohonlah pada Allâh sebagian dari karunia-Nya.” Q.S. An-Nisa’: 32.
Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam mewanti-wanti,

إِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلْ اللَّهَ، وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّه

Jika engkau memohon, mohonlah kepada Allâh. Dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah kepada Allâh.” H.R. Tirmidzi (hal. 566 no. 2514 dan beliau berkomentar, “Hasan sahih”.
Imam Ibn Abdil Hadi (w. 744 H) menerangkan bahwa berdoa memohon kepada selain Allâh hukumnya adalah haram dan dikategorikan syirik, berdasarkan ijma’ para ulama.[44]
Kedua: Menyengaja datang ke kuburan hanya untuk berdoa di situ, atau untuk ziarah kubur plus berdoa, dengan keyakinan bahwa doa di situ lebih mustajab, karena keistimewaan yang dimiliki tempat tersebut. Berdoa di situ lebih afdal dibanding berdoa di masjid atau rumah.
Potret ini mengandung unsur kesengajaan memilih kuburan sebagai tempat untuk berdoa. Dan ini tidak akan dilakukan melainkan karena dorongan keyakinan akan keistimewaan tempat tersebut dan keyakinan bahwa tempat itu memiliki peran dalam menjadikan doa lebih mustajab. Karena itulah jenis kedua ini menjadi terlarang dan dikategorikan bid’ah.
Tatkala berbicara tentang hukum shalat di kuburan, Imam as-Suyuthy menjelaskan, “Jika seorang insan menyengaja shalat di kuburan atau berdoa untuk dirinya sendiri dalam kepentingan dan urusannya, dengan tujuan mendapat berkah dengannya serta mengharapkan terkabulnya doa di situ; maka ini merupakan inti penentangan terhadap Allâh dan Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wa sallam. Menyimpang dari agama dan syariatnya. Juga dianggap bid’ah dalam agama yang tidak diizinkan Allâh, Rasul-Nya shallallahu ’alaihi wa sallam, maupun para imam kaum muslimin yang setia mengikuti ajaran dan sunnah beliau.”[45]
Ketiga: Berdoa di kuburan karena kebetulan, tanpa menyengaja. Seperti orang yang berdoa kepada Allâh di perjalanannya dan kebetulan melewati kuburan. Atau orang yang berziarah kubur terus mengucapkan salam kepada sahibul kubur, meminta keselamatan untuk dirinya dan para penghuni kubur, sebagaimana disebutkan dalam hadits.
Jenis doa seperti ini diperbolehkan. Hadits yang memotivasi untuk mengucapkan salam kepada penghuni kubur menunjukkan bolehnya hal itu.
Dalam hadits Buraidah bin al-Hushaib radhiyallahu ’anhu disebutkan,

أَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمْ الْعَافِيَةَ

Aku memohon pada Allâh keselamatan untuk kami dan kalian.” H.R. Muslim (II/671 no. 975).
Dalam hadits Aisyah radhiyallahu ’anha disebutkan,

وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ

Semoga Allâh merahmati orang-orang terdahulu kami dan yang akan datang.” H.R. Muslim (II/671 no. 974).
Doa yang tidak ada unsur kesengajaan biasanya pendek, sebagaimana disebutkan dalam dua hadits di atas.
Jika ada yang ingin mempraktikkan doa jenis ketiga ini, sebaiknya ia mencukupkan diri dengan doa dan salam yang diajarkan dalam sunnah dan tidak menambah-nambahinya. Karena para ulama salaf membenci berdiam lama di kuburan.
Imam Malik (w. 179 H) berkata, “Aku memandang tidak boleh berdiri untuk berdoa di kuburan Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam. Namun cukup mengucapkan salam lalu berlalu.”[46]
Wallahu ta’ala a’lam.
Pesantren “Tunas Ilmu” Purbalingga, Rabu, 25 Mei 2011.
Penulis: Ustadz Abdullah Zaen, Lc., M.A.
Artikel www.tunasilmu.com

[1] Lihat: Az-Zawâjir ‘an Iqtirâf al-Kabâ’ir karya Ibn Hajar al-Haitamy (I/148).
[2] Syarh Shahîh Muslim (VII/42).
[3] Faidh al-Qadîr (VI/318).
[4] Lihat: Subul as-Salâm (I/403).
[5] Syarh as-Sunnah (II/411).
[6] Lihat: Syarh Shahih al-Bukhary (II/86).
[7] Lihat: Fath al-Bary karya Ibn Rajab (III/232).
[8] Fathul Bâri karya beliau (I/528).
[9] Al-Mustadrak (I/251).
[10] Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm (II/189).
[11] Irwâ’ al-Ghalîl (I/320).
[12] Lihat: Al-Mughny (II/472).
[13] Cermati: Syarah Shahîh Muslim (V/5).
[14] Sebagaimana dinukil oleh al-Munawy dalam Faidh al-Qadîr (III/349).
[15] H.R. Malik dalam al-Muwattha’ (II/72 no. 452) dari ‘Atha’ bin Yasar rahimahullah. Hadits ini mursal sahih. Dalam Musnadnya (I/220 no. 440 –Kasyf al-Astâr) al-Bazzar menyambung sanad hadits ini hingga menjadi marfû’. Begitu pula Ibn ‘Abd al-Barr dalam at-Tamhîd (V/42-43) menyambungnya dari jalan al-Bazzar. Syaikh al-Albany menyatakan hadits ini sahih dalam Tahdzîr as-Sâjid (hal. 25 no. 11) dan Ahkâm al-Janâ’iz (hal. 217).
[16] At-Tamhîd (V/45).
[17] At-Tamhîd (VI/383).
[18] Al-I’lâm bi Fawâ’id ‘Umdah al-Ahkâm (IV/502).
[19] Cermati: Majmû’ Fatâwâ Ibn Taimiyyah (XXVII/488).
[20] Lihat: Al-Hâwiy al-Kabîr karya al-Mawardy (III/60), Radd al-Muhtâr karya Ibn ‘Abidin (II/42-43) dan Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm (II/190).
[21] Sebagaimana dinukil Ibn al-Qayyim dalam Ighâtsah al-Lahfân (I/357).
[22] Periksa: Al-Hâwiy al-Kabîr (III/60).
[23] Cermati: Al-Mughny (II/473-474 dan III/441).
[24] Lihat: Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm (II/190-191).
[25] Baca: Al-Amr bi al-Ittibâ’ (hal. 136-139).
[26] Al-Amr bi al-Ittibâ’ (hal. 136-139).
[27] Lihat: Ighâtsah al-Lahfân (II/353-356). Masih ada argumen lain, bisa dibaca di Mujânabah Ahl ats-Tsubûr al-Mushallîn fî al-Masyâhid wa ‘inda al-Qubûr karya Abdul Aziz ar-Rajihy (hal. 28-30).
[28] Al-Amr bi al-Ittibâ’ (hal. 139). Lihat pula: Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm (II/193).
[29] Cermati: Az-Zawâjir (I/148).
[30] Periksa: Faidh al-Qadîr (VI/407).
[31] Lihat: Majâlis al-Abrâr (hal. 126, 358-359, 364-365) sebagaimana dalam Juhûd ‘Ulamâ’ al-Hanafiyyah fî Ibthâl ‘Aqâ’id al-Quburiyyah karya Syamsuddin al-Afghany (III/1593-1594).
[32] Untuk mengetahui pendapat mereka, baca; untuk referensi Madzhab Hanafi: Al-Ikhtiyâr li Ta’lîl al-Mukhtâr karya al-Mushily (I/97), Hasyiyah Ibn ‘Âbidîn (I/380), Badâ’i’ ash-Shanâ’i’ karya al-Kasany (I/335-336) dan al-Mabsûth karya as-Sarkhasy (I/206-207). Madzhab Maliki: Al-Mudawwanah karya Abu al-Walid Ibn Rusyd (I/182) dan Mawâhib al-Jalîl karya al-Hathab (II/63-64). Madzhab Syafi’i: Al-Umm karya Imam Syafi’i (II/632), al-Muhadzab karya asy-Syirazy (I/215-216) dan al-Majmû’ karya an-Nawawy (III/163-165). Madzhab Hambali: Al-Mughny karya Ibn Qudamah (II/473-474), al-Inshâf karya al-Mardawy (I/489) dan ar-Raudh al-Murbi’ karya Ibn al-Qasim (I/537). Madzhab Dzahiri: Al-Muhallâ karya Ibn Hazm (IV/27-33).
[33] Cermati: Al-Ausath (V/185).
[34] Minhâj as-Sunnah karya Ibn Taimiyyah (II/438). Lihat: Ibid (I/480-481).
[35] Al-Bida’ wa an-Nahy ‘anhâ (hal. 50).
[36] Kisah tersebut disebutkan oleh Ishaq dalam Sirahnya riwayat Yunus bin Bukair (hal. 49). Juga disebutkan Ibn Katsir dalam al-Bidayah wa an-Nihayah dan beliau menyatakan bahwa sanadnya hingga Abu al-‘Aliyah sahih. Lalu beliau menyebutkan jalur-jalur periwayatan lain yang mengindikasikan bahwa kejadian tersebut benar adanya. Periksa: Al-Bidâyah wa an-Nihâyah (II/376-379), Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm (II/199-200) dan Ighâtsah al-Lahfân (I/377).
[37] Diriwayatkan oleh Ibn Abi Syaibah dalam al-Mushannaf (V/177-178 no. 7624) dan ini adalah redaksi beliau. Juga diriwayatkan oleh Isma’il al-Qadhy dalam Fadhl ash-Shalat (hal. 35 no. 20) dan Abu Ya’la dalam Musnadnya (I/361 no. 469). Ibn Abdil Hadi dalam ash-Shârim al-Munky (hal. 468) berkata, “Kisah tersebut diriwayatkan Abu Ya’la dan al-Hafizh Abu Abdillah al-Maqdisy dalam al-Ahadîts al-Mukhtârah. Ini merupakan hadits yang mahfûzh dari Ali bin al-Husain Zainal Abidin dan memilik banyak syawâhid (riwayat penguat)”. Syaikh al-Albany menilainya sahih. Lihat: Fadhl ash-Shalat (hal. 36).
[38] Diriwayatkan oleh Isma’il al-Qadhy dalam Fadhl ash-Shalat (hal. 40 no. 30) dan ini adalah redaksi beliau. Diriwayatkan pula oleh Abdurrazzaq dalam Mushannafnya (III/577 no. 6726) dan Ibn Abi Syaibah al-Mushannaf (V/178 no. 7625). Dua atsar di atas memiliki syâhid dari hadits Abu Hurairah yang diriwayatkan Abu Dawud (II/366 no. 2042) dan Ahmad (XIV/403 no. 8804). Dalam al-Adzkâr (hal. 173) Imam Nawawy menilai sanad hadits Abu Hurairah sahih dan diamini as-Sakhawy dalam al-Qaul al-Badî’ (hal. 312). Ibn Taimiyyah dalam ar-Radd ‘alâ al-Akhnâ’iy (hal. 92) dan Ibn Hajar sebagaimana dalam al-Futûhât ar-Rabbâniyyah (III/313) menyatakannya hasan. Adapun Ibn Abdil Hadi dan al-Albany menilainya sahih. Lihat: Ash-Shârim al-Munky (hal. 490) dan Shahîh al-Jâmi’ (II/706 no. 3785).
[39] Periksa: Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm (II/245) dan Ighâtsah al-Lahfân (I/362).
[40] Cermati: Al-Majmû’ (V/286), Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm (II/239), Ighâtsah al-Lahfân (I/374) dan ad-Du’â’ wa Manzilatuh min al-‘Aqîdah al-Islâmiyyah karya Jailan al-‘Arusy (II/614-616).
[41] Sebagaimana dinukil an-Nawawy dalam al-Majmû’ (V/286).
[42] Lihat: Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm (II/196-197).
[43] Baca: Minhâj as-Sunnah (II/439-440), Ighâtsah al-Lahfân (I/396, 398) dan ad-Du’â’ wa Manzilatuh (II/483-484).
[44] Cermati: Ash-Shârim al-Munky (hal. 543) dan Shiyânah al-Insân karya as-Sahsawany (hal. 234).
[45] Al-Amr bi al-Ittibâ’ (hal. 139). Lihat pula: Iqtidhâ’ ash-Shirâth al-Mustaqîm (II/193).
[46] Asy-Syifâ’ karya al-Qadhi ‘Iyadh (II/85).

Senin, 23 September 2013

William: Awalnya Sulit Pahami Alquran

Rabu, 04 September 2013, 14:16 WIB

Mualaf (ilustrasi).REPUBLIKA.CO.ID, William seperti tipikal warga AS lainnya mampu membedakan antara kehidupan profesionalnya sebagai seorang penegak hukum dengan rutinitas dirinya sebagai kepala keluarga kecil yang tinggal di wilayah pertanian.

Dua kehidupan itu dirasa cukup sehingga posisi agama sebatas tradisi saja. "Ini hanya perjalan singkat dimana pada akhirnya saya bertemu Islam. Rasanya begitu cepat meski sebenarnya tidak mungkin," katanya seperti dilansir Onislam.net, Rabu (3/9).

Perjalanan William kembali pada Islam dimulai ketika ia berteman dengan seorang pria Muslim bernama Nasir. Pertemuan pertama William dengan Nasir begitu berkesan. "Saya tidak pernah membayangkan, saya jarang bertemu seorang Muslim. Yang ada dibayangan saya, mereka sulit menerima saya," katanya.

William kian terkesan ketika melihat bagaimana Nasir mampu menaklukan situasi menekannya. Ia hanya bersikap sabar dan rendah hati ketika berhadapan dengan masyarakat atau situasi sulit. "Ia itu seperti punya cara menghadapi masalah," katanya.

Karena penasaran, cara apa yang dipakai Nasir, William pun memberanikan diri bertanya. William pun terkejut ketika Nasir mengatakan Alquran. Menurut Nasir, Alquran merupakan paduan kepada siapapun yang ingin ilmu pengetahuan. "Ini yang membuatku sadar betapa aku diberikan jalan untuk mengenal Islam dengan cara positif," ujarnya.

Tepat muslim dingin tahun 2010, William mulai serius dengan Islam. Ia membaca Alquran meski tak memahami sepenuhnya. Di tengah kesulitannya itu, ia lanjutkan mencari tahu segala informasi tentang Islam. Mulai kembali membaca Alquran, William kembali mengalami kesulitan. "Sejak itu, saya minta bantuan Nasir untuk membantu," kenangnya.

William mengaku, sebagai penegak hukum, ia terbiasa menangani Muslim sebagai ancaman dan musuh. Itu yang dinilainya menjadi faktor penyebab kesulitannya memahami Alquran.

Musim panas 2004, segala sesuatunya berubah. William mendapatkan banyak bimbingan dari Nasir dan adiknya, Riyadh. Keduanya membimbing William begitu keras. Perlahan tapi pasti, William mulai percaya dengan isi Alquran. "Kitab ini diturunkan kepada Nabi Muhamamd SAW melalui malaikat Jibril. Yang menjadi masalah, saya masih dilema," tutunnya.

William pun mencoba melaksanakan shalat malam. Harapannya, dengan shalat itu ia mendapatkan keyakinan yang kuat untuk memeluk Islam. Pagi harinya, Alhamdulillah, William pun putuskan memeluk Islam. "Ketika masa itu tiba, saya begitu lega dan bahagia. Sekarang saya Muslim Amerika, Alhamdulillah," katanya.

Reporter : Agung Sasongko  
Redaktur : Fernan Rahadi

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. 



Andy: Jadi Muslim, Seperti Kupu-kupu yang Bebas

Senin, 09 September 2013, 09:48 WIB

AndyREPUBLIKA.CO.ID, BRATISLAVA -- Andy lahir di tengah pakem perbedaan itu masalah. Ayah dan ibunya seorang penganut Kristen. Secara otomatis, ia pun memeluk agama yang dianut orang tuanya.

Namun, pengetahuan agama justru didapatnya melalui bibinya. Ia sering diajak ke gereja.
"Ya, saat itu aku masih kecil, jadi tak banyak yang ku pikirkan. Namun, aku coba menyenangkan hatinya dengan mengikuti apa yang dilakukannya," kenang Andy, seperti dikutip Onislam.net, Ahad (8/9).

Secara umum, tak ada yang berkesan bagi Andy ketika ia ke gereja. Yang ia ingat, hanyalah ketika ia bermain sandiwara dan memerankan seorang putri. Selebihnya, tak ada yang istimewa.
"Justru aku itu heran, selesai beribadah justru banyak hal buruk yang dilakukan," kata dia.

Memasuki usia dewasa, Andy mulai bermasalah dengan keluarganya. Hubungan dengan sang ayah tak lagi harmonis. Mereka sering terlibat pertengkaran hebat. Ini yang membuat Andy merasa frustrasi. Pada masa inilah, Andy mulai mengenal obat-obatan terlarang, rokok dan mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.

Suatu malam, sang adik mengajaknya makan di sebuah restoran. Saat itu, Andy bertemu teman sang adik yang kebetulan beragama Islam. Andy dibujuk agar tinggal di Bratislava. Namun, Andy menolaknya.

Pada Januari 2005, Andy pun luluh. Ia memutuskan tinggal bersama adiknya itu. Lalu, ia bertemu dengan teman adiknya yang beragama Islam itu. Pada satu pertemuan, keduanya terlibat diskusi menarik tentang Islam dan Muslim. Kesan awal, Andy merasa aneh dengan apa yang disampaikan teman adiknya itu.

Perlahan tapi pasti, Andy mulai menikmati debat itu. Banyak informasi baru yang didapatnya. Ia bahkan dipinjamkan buku-buku tentang Islam dan Muslim. Lalu, ia pun diberikan Alquran terjemahan bahasa Slovakia.
"Jujur, ketika membaca Alquran, aku mulai merasakan gejolak. Aku menangis ketika membaca surat Al-Muzammil," kenang dia.

Andy menyadari banyak hal yang telah disia-siakan. Ia telah melakukan banyak hal yang merugikan dirinya sendiri. Lalu, muncul niatan untuk memperbaiki diri. Ketika niatan itu terlaksana, ia bertemu dengan seorang Muslimah. Kembali terjadi obrolan mendalam tentang Islam.

"Aku mulai yakin, aku pun bersyahadat," kenangnya.

Selepas bersyahadat, Andy merasa seperti kupu-kupu yang bebas. Ia rasakan ketenangan, hal yang jarang ditemukannya. "Ini kesempatanku untuk hidup lebih baik," kenangnya.

Namun, keputusannya menjadi Muslim tak diterima orang tuanya. Alquran miliknya diambil. Begitupula dengan ponsel. Andy pun merasa kesepian. "Aku berdoa, cobaan ini semakin membuatku kuat. Insya Allah, aku ingin menjadi wanita yang shalih, teman dan istri yang baik," pungkasnya.

Reporter : Agung Sasongko  
Redaktur : Didi Purwadi

Sesungguhnya Allah SWT mengampuni beberapa kesalahan umatku yang disebabkan karena keliru, karena lupa, dan karena dipaksa (HR Ibnu Majah, Baihaqi, dan lain-lain)






Sherif Quinn: Islam Itu Sederhana dan Logis

Kamis, 12 September 2013, 17:18 WIB

Mualaf (ilustrasi).REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Interaksi pertama Sherif Quinn dengan Islam bermula ketika ia bekerja di Arab Saudi. Dari literatur yang dibacanya, Quinn memahami Arab Saudi merupakan negeri kelahiran Islam.

Di Makkah terdapat Ka'bah, kiblat umat Islam. Dari beberapa surat kabar Saudi, Quinn mendapati banyak pertanyaan yang diajukan pembaca tentang Islam. Pertanyaan yang diajukan begitu spesifik. Seperti misal, tata cara shalat dan wudhu.

"Bagi saya, itu memang sulit dimengerti. Namun, pemahaman saya saat itu agama adalah bagian dari budaya," kenang dia seperti dilansir Onislam.net, Kamis (12/9).

Beberapa tahun kemudian, Quinn pindah ke Uni Emirat Arab. Di negeri petro dolar ini, Quinn merasakan atmosfer Eropa ketimbang Timur Tengah. Di sini, Quinn melihat Islam dengan berbeda. Ini yang membuatnya banyak berdialog dengan koleganya.

Quinn besar dalam tradisi Katolik yang kuat. Ia sempat menjalani pendidikan agama. Namun, pendidikan itu tidak membuatnya paham hubungan antara Kristen dan kehidupan nyata. Ia justru menemukan banyak kontradiksi.

"Saya pikir ini yang membuat banyak temannya yang akhirnya mulai menganggap remeh ajarannya sendiri," kata dia.Tak lama, Quinn kembali ke Arab Saudi. Ia lagi-lagi terlibat dialog dengan komunitas Muslim. Tapi ia merasa banyak pihak yang ingin "mengubahnya".

Ia mulai merasa terganggu dengan itu. Sejak itu, ia mulai berhati-hati. Seiring ia membaca literatur tentang Islam dan Muslim. Banyak informasi yang ia dapat. Quinn menyoroti masalah tertinggalnya umat Islam di bidang pendidikan, ekonomi dan kerap terlibat perang.

 "Sebuah agama seharusnya tak seperti ini. Mungkinkan ini yang dipikirkan seseorang pria yang bernama Muhammad SAW," kata dia.Kendati begitu, Quinn begitu kagum dengan Alquran.

Melalui Alquran, ia mendapati satu kesimpulan bahwa dalam Islam terdapat kesederhanaan dan logika. Firasatnya tentang kebenaran Islam pun menguat. "Yang membuatku terkesan, ketika ada salah cetakan huruf pada mushaf Alquran, maka ia segera membenarkannya. Ia pun memeriksa pada mushaf lain guna memastikan akurasinya," kata dia.

Hal lain yang membuat Quinn terkesan, terdapat banyak referensi ilmiah dari Alquran. Ini termasuk, meteorologi, astronomi, fisika, medis dan lainnya. Satu fakta yang tak terbantahkan dalam Alquran adalah kitab ini meminta manusia membayangkan betapa luar biasanya ciptaan Tuhan.

Namun, ketika membayangkan itu, Alquran meminta manusia memikirkannya melalui ilmu pengetahuan. Di luar itu, ada panduan hidup dalam Alquran yang cukup jelas. Semisal, larangan mengkonsumsi alkohol, berjudi, dan hubungan seks di luar nikah.

Setiap Muslim juga diminta untuk mencari rizeki yang halal, menyantuni anak yatim dan kalangan tak berpunya. Setiap Muslim juga diminta mengenakan pakaian yang sopan, ini termasuk aturan soal hijab. Semua aturan itu ada alasan yang diterima logika.

"Sangat jelas, mengapa banyak perempuan di seluruh dunia memeluk Islam. Karena Islam menghormati dan melindungi mereka," kata dia. Pada satu titik, muncul dalam pemikiran Quinn untuk tetap mengabdi pada gereja atau memutuskan hubungan dengan gereja. Butuh satu tahun lebih baginya untuk memutuskan pilihan yang tepat.

Tibalah pada hari Jumat, Quinn memutuskan untuk menjadi Muslim. "Saya melihat ke depan kebangkitan Islam di seluruh dunia akan dimulai. Saya bertanya-tanya bagaimana Barat bereaksi atas kebangkitan Islam, menerima atau merasa terancam. Tapi apapun yang terjadi Islam tidak akan pergi kemana-mana," kenang dia.

Reporter : Agung Sasongko  
Redaktur : Heri Ruslan

 Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )


Selasa, 10 September 2013

Pengadilan AS Hukum Perusahaan Pemecat Muslimah Berjilbab

Selasa, 10 September 2013, 14:42 WIB

Muslim AmerikaREPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Perusahaan retail Amerika Serikat, Abercrombie and Ficth diperintahkan pengadilan untuk meminta maaf kepada karyawannya atas pemecatan berbau diskrimasi.
Perintah itu diberikan setelah pengadilan menyatakan karyawan yang mengenakan jilbab tidak mempengaruhi turunnya penjualan.
"Pengadilan tidak melihat itu menjadi alasan kuat memberhentikan Hani Khan, hanya karena ia berjilbab. Perusahan terbukti tidak dirugikan," ungkap Hakim Federal, Yvonne Gonzalez Rogers, seperti dikutip BBC, Selasa (10/9).
Pengadilan juga memutuskan untuk memerintahkan perusahaan memberikan hukuman skors kepada manajer toko tersebut selama empat bulan. Perusahaan pun diwajibkan membayar ganti rugi kepada Hana secara penuh."Kami juga memastikan Hana mendapatkan pekerjaannya kembali," kata Rogers.
Saat dimintai komentar, Hana mengaku terkejut ketika diminta melepaskan jilbab lalu dipecat karena tidak mematuhi perintah itu.
Juru Bicara Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) menilai putusan ini diharapkan akan mendorong perusahaan untuk mengubah kebijakannya sekalis memberikan akomodasi sebagaimana mestinya kepada setiap karyawannya.
"Inti dari kasus ini, seharusnya tidak ada pilihan apakah seorang karyawan memilih jilbab atau pekerjaannya," kata Zahra Billo.

Reporter : Agung Sasongko  
Redaktur : A.Syalaby Ichsan

 Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))




"Saat Kebohongan tentang Ali bin Abi Thalib Terungkap"

Minggu, 08 September 2013, 01:19 WIB

Ali bin Abi Thalib adalah khalifah yang cakap di militer, walau bukan politikus ulung.REPUBLIKA.CO.ID, Bagi sebagian kalangan Islam, terutama Syiah Rafidhah, sosok khalifah keempat dari  khulafaur rasyidin, yakni Khalifah Ali bin Abi Thalib, sering digambarkan secara tidak tepat, bahkan tidak jujur.
Mereka beranggapan bahwa sepupu dan menantu Rasulullah SAW ini adalah orang yang paling berhak menggantikan Rasulullah SAW setelah wafat. Karena itu, mereka tidak mengakui kepemimpinan Khalifah Abu Bakar, Khalifah Umar bin Khatab, maupun Khalifah Utsman bin Affan.
Buku Biografi Ali bin Abi Thalib yang ditulis oleh Prof Dr Ali Muhammad ash-Shalabi ini merupakan buku sejarah yang begitu lengkap dan komprehensif dalam mengupas rekam jejak Ali bin Abi Thalib.
Sebagai seorang sejarawan, Ash-Shalabi mampu menceritakan secara detail, runut, dan mengalir dengan bahasa yang mudah dipahami mengenai sosok Ali bin Abi Thalib.
Selain itu, sebagai ahli hadis ash-Shalabi juga mampu mengungkap hadis-hadis daif dan maudhu (palsu) yang berhubungan dengan Ali bin Abi Thalib, terutama hadis-hadis yang berkaitan dengan kepemimpinan pascawafatnya Rasulullah SAW.
Dengan kemampuannya yang brilian tersebut, ash-Shalabi mampu mengungkap kebohongan-kebohongan dan kekeliruan paham serta keyakinan dari kelompok Syiah Rafidhah yang bersikap berlebih-lebihan terhadap Ali bin Abi Thalib, bahkan menempatkannya seolah-olah seperti Tuhan.
Ash-Shalabi mampu menghadirkan fakta-fakta sejarah yang begitu terang benderang  berdasarkan sumber-sumber yang jernih, yang terbebas dari segala syubhat dan kepentingan-kepentingan kelompok yang berusaha memecah belah akidah kaum Muslimin. Terutama, soal baiat dan kepemimpinan pascawafatnya Rasul.
Penulis menegaskan bahwa Ali merupakan sosok pemimpin yang petunjuk, ucapan, dan perbuatannya banyak diikuti oleh kaum Muslimin dalam kehidupan mereka.
Perjalanan hidupnya menjadi sumber kekuatan iman, lurusnya kasih sayang, dan sahihnya pemahaman beragama.
“Kita dapat belajar dari sosok Ali mengenai fikihnya dalam berinteraksi dengan sunah-sunah Rasulullah dan petunjuk-petunjuk terbaiknya, kedekatannya dengan Alquran dan mengikuti  petunjuk Rasul-Nya, pentingnya rasa takut kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, mencari apa yang ada di sisi-Nya demi kesuksesan dunia dan akhirat, dan pengaruh dari nilai-nilai ini semua dalam kehidupan umat Islam dan kebangkitan mereka, serta peran mereka dalam mendukung dan mengemban misi peradaban.”
Secara keseluruhan buku ini terdiri atas tujuh bab, yakni Ali bin Abi Thalib selama di Makkah, prestasi terpenting Ali bin Abi Thalib rentang waktu Hijrah sampai Perang Ahzab, prestasi terpenting Ali bin Abi Thalib rentang waktu antara Perang Ahzab dan wafatnnya Nabi, dan Ali bin Abi Thalib pada masa para khalifah. Selain itu, landasan perekonomian dan peradilan pada masa Ali bin Abi Thalib serta sebagian ijtihad fikihnya, pembagian wilayah pada masa pemerintahan Ali bin Abi Thalib, dan Perang Jamal, Shifin, dan Tahkim.

Judul : Biografi Ali bin Abi Thalib
Penulis : Prof Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi
Penerbit : Pustaka Al-Kautsar
Cetakan    : I, Desember 2012
                                                                                                                           Tebal : xxxii+712 hlm

Reporter : Irwan Kelana
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
Sumber : Biografi Ali bin Abi Thalib




Mualaf: Ajaran Yesus Hanya untuk Bangsa Israel (Bagian 1)

Selasa, 14 Mei 2013, 18:58 WIB

Mualaf (ilustrasi).REPUBLIKA.CO.ID, Satu malam, Anthony mulai mempertanyakan keyakinan soal kemurnian Alkitab. Pertanyaan itu pun membuatnya tertekan.
"Saya tahu Allah itu ada di sana. Saya tahu ia telah menurunkan ajaran-Nya kepada manusia. Tapi, saya kesulitan menemukannya," kenang Anthony seperti dikutip Onislam.net, Selasa (14/5).
Keluhannya itu coba diutarakan Anthony melalui berdoa. Doanya pun terkabul. Kisah pencariannya bermula ketika ia berusia 16 tahun.
Ketika itu, Anthony tidak puas dengan ajaran mormon. Apalagi ketika ia mempelajari lebih dalam isi Alkitab. Dari apa yang ia baca, Anthony dapat memahami bahwa ajaran Yesus hanya diperuntukan bagi orang Yahudi alias Israel.
"Ia pengikut hukum Allah yang dikirim kepada orang-orang Yahudi di masa lalu. Di sinilah, agamaku dipertanyakan," kata Anthony.
Yang membuat Anthony semakin heran dalam surat Para Rasul disebutkan bahwa rasul tidak memakan daging babi atau makanan lain yang dilarang oleh Allah. Anehnya, larangan itu justru dijalankan para pengikut Yesus.
"Jadi banyak pertentangan," ujar Anthony. Perlahan tapi pasti, pencarian Anthony mulai mengerucut pada Islam. Pertemuannya dengan Islam terbilang unik.
Ia teringat ada seorang temannya yang mengatakan setiap Muslim percaya hanya ada satu Tuhan dan Yesus adalah utusannya. Agama ini juga bukanuntuk bangsa Arab saja, tapi juga umat manusia.
Karena penasaran, Anthony mulai mencari informasi tentang Islam. Ia manfaatkan internet. Ketertarikannya pada Islam terus melonjak. Ia pun memutuskan untuk membaca Alquran.
"Sejujurnya doktrin gereja begitu tertanam sehingga sulit mengatakan apa yang sebenarnya tidak benar menjadi benar," kata Anthony.
Satu malam, ia mulai kehilangan kepercayaan pada Alkitab. Ia pun lebih memilih Islam untuk dijadikan panduan mencari kebenaran. Persoalannya, ada sebagian dari diri Anthony yang menolak Islam. Tak tahan dengan pergulatan dalam batinnya, ia lalu coba mengalihkan hali tu pada bacaan tentang Islam.
Ketika menelusuri internet, ia mendapat artikel berjudul 'The Fall of Atheism'. Dalam artikel itu, ia menemukan banyak fakta menarik tentang Alquran. Sebelum mengakhiri bacaan itu, ia tinggalkan pesan untuk meminta informasi tentang Islam.
Bak gaung bersambut, pesan yang ia tinggalkan direspons pengelola web.  Olehnya, Anthony diberi banyak informasi tentang Islam. Satu pertanyaan yang mengemuka dalam dialog itu. "Bagaimana pandangan Muslim soal penyaliban," tanya Anthony.
Bagi Anthony, diskusi itu begitu berkesan. Banyak pertanyaan yang diajukannya soal Alkitab mudah terbantah.
"Setelah saya pulang, saya tahu ini agama Allah, tapi saya tidak mau buru-buru karena saya ingin belajar dulu,"ujarnya.

Bersambung ke bagian kedua.

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Citra Listya Rini

Rabu, 28 Agustus 2013

Televisi Amerika Akan Tayangkan Dokumenter Nabi Muhammad SAW

 Kamis, 22 Agustus 2013, 19:40 WIB


REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Jaringan televisi Amerika Serikat (AS) menayangkan film dokumenter tentang Nabi Muhammad SAW. Tayangan tersebut dimulai pekan ini.

John Esposito, profesor studi Islam di Universitas Georgetown menilai sebagian dari masyarakat Eropa dan AS tidak tahu tentang Islam dan memiliki ketakutan mendalam terkait pertumbuhan populasi Muslim. Itu sebabnya, dokumenter ini sangat penting dalam memperkenalkan Islam dan Muslim, utamanya sosok Nabi Muhammad SAW.

Seperti dilansir The Huffington Post, film berjudul "Life of Muhammad" ini akan ditayangkan jaringan PBS.  Sesuai judulnya, dokumenter ini akan dibagi menjadi tiga bagian, seperti awal kehidupan Rasulullah SAW, Israa dan Miraj dan warisan setelah meninggalnya beliau. Selangkapnya, berikut videonya.

Video Editor: Kingkin Jiwanggo
Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Sadly Rachman

Noorhana, Ingin Bagikan Keindahan Islam

Selasa, 20 Agustus 2013, 10:54 WIB Noorhana, Ingin Bagikan Keindahan Islam

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING--Tepat 20 tahun lalu, Noorhana kembali pada Islam. Itu terjadi, ketika seorang pria Muslim mengenalkannya pada konsep monoteisme Islam kepadanya. Seperti dikutip onislam.net, Noorhana percaya keesaan Tuhan. Tapi ia tak tahu dimana dan bagaimana cara berkomunikasi kepada sang Pencipta. Noorhana pun menikah dengan pria Muslim itu. Bersama suaminya, ia pelajari Islam. Atas kehendak Allah, melalui pernikahan itu, Noorhana menjadi Muslim. Sejak itu, ia merasakan keindahan Islam. Ia temukan Islam sebagai agama yang begitu lengkap guna memandu manusia melalui kehidupannya. Ketika ia membaca Alquran, ada hal kuat yang dirasakannya. Keyakinannya pada Islam pun menguat. Alhamdulillah, Noorhana mulai mengenakan hijab. Namun, Noorhana tak mau merasakan keindahan itu sendiri. Ia berniat untuk berbagi kepada mereka yang belum merasakan keindahan itu. Atas khendak Allah pula, Noorhana diajak sahabatnya berdakwah di Filipina. Selengkapnya, berikut videonya. Video Editor: Kingkin Jiwanggo Reporter : Agung Sasongko Redaktur : Sadly Rachman

Lantunan Azan Menuntun Gadis Berdarah Yunani Memeluk Islam

Sabtu, 24 Agustus 2013, 07:43 WIB

Dua Kalimat Syahadat (ilustrasi).REPUBLIKA.CO.ID,  Oleh Friska Yolandha

Lantunan azan yang berkumandang dari pengeras suara masjid terdengar begitu merdu di telinga Janna. Gadis berdarah Yunani yang lahir dan tumbuh di Jerman -- saat itu berusia 13 tahun – merasakan getaran dalam hatinya saat mendengar kumandang azan.

Saat itu, Janna sedang berlibur ke Uni Emirat Arab. Inilah pertama kalinya, Janna mendengar lantunan azan. Hari itu bertepatan dengan Jumat. Ia bersama keluarganya sedang singgah di sebuah pasar.

‘’Aku melihat semua orang tiba-tiba berhenti melakukan kegiatan,’’ ujarnya seperti dikutip dalam laman onislam.net.

Janna menyaksikan orang-orang menghentikan mobil mereka dan keluar sambil membawa sajadah. “Dan orang-orang itu shalat di jalanan,” tuturnya. Suara azan  benar-benaar telah menyentuh lubuk hatinya yang paling dalam. Cahaya hidayah perlahan mulai menyinari kalbunya.

Ia merasa  kumandang azan telah mengubah sesuatu yang ada di dalam dirinya.  Namun, saat itu Janna tidak mengetahuinya. Dalam hati kecilnya, ia meyakini ada sesuatu yang hebat dan menggelitik sanubarinya. ‘’Ingin rasanya aku mengetahui apa arti dari kalimah azan itu,’’ ucapnya.

Sejak itulah muncul sebuah tekad untuk mencari tahu tentang Islam. Di dalam Islam, ia mengaku menemukan kebenaran yang selama ini tidak pernah ditemukan di dalam agama lain. Janna berasal dari keluarga yang menganut agama Yunani Ortodoks. Meski begitu, ia tidak begitu memahami agama tersebut.

Janna  mengaku tidak  pernah menemukan kebenaran dalam ajaran agama yang diwariskan orangtuanya itu. Ia hanya diminta untuk percaya dan menurut saja pada agama Yunani Ortodoks itu.

Perlahan namun pasti, ia membaca tentang Islam. Janna menemukan jawaban yang tidak dapat ditemukannya dalam agamanya. Keyakinannya terhadap Islam menjadi semakin besar ketika ia membaca biografi Nabi Muhammad SAW.

‘’Membaca biografi beliau mengingatkan saya pada apa yang harus saya tahu dan baca tentang Yesus,” kata dia. Dengan penuh semangat, ia terus membaca dan membaca biografi Rasulullah. Dalam hatinya tumbuh rasa kekaguman kepada sosok manusia yang berakhlak paling mulia itu.

‘’Rasulullah SAW begitu gagah dan dan berwibawa,’’ ungkapnya.  Lelaki pilihan yang diutus Tuhan itu,  kata Janna, adalah seorang yang memiliki karakter dan sifat yang sangat hebat. Ia mengaku belum pernah membaca biografi seseorang tokoh yang semulia itu.

                                                                                       ****
Setelah membaca membaca seluruh biografi Nabi Muhammad, pikiran buruk tentang Islam yang selama ini diketahuinya langsung lenyap. Ia semakin tertarik pada Islam. Janna pun melakukan pencarian tentang Islam dari nol dan mencari kebenaran sendiri dengan meneliti Islam.

“Semua yang saya tahu tentang Islam sebelumnya adalah salah,” ujarnya menegaskan. Tidak butuh waktu lama bagi Janna untuk mengikrarkan diri menjadi pemeluk Islam. Ia sangat yakin tidak ada agama lain yang dapat menjawab seluruh pertanyaannya, kecuali Islam.

Akan tetapi, meskipun telah meyakini Islam sebagai agama yang benar, namun Janna masih terlalu takut untuk bersyahadat.  Janna mengaku takut menghadapi reaksi orangtua dan keluarganya yang lain apabila ia menganut Islam. Keluarganya tidak akan menerima kenyataan ini. Dan kalaupun mereka mengetahuinya, maka hidupnya akan berubah secara dramatis.

Ia  lalu menemui seorang temannya di Jerman. Ia bernama Noha dan berasal dari Mesir. Kepada Noha-lah Janna belajar  tentang Islam. Ia belajar shalat dan berdiskusi tentang Islam. Noha dengan sabar menjelaskan banyak hal yang ditanyakan temannya itu mengenai Islam.

Janna menanyakan banyak hal yang ia rasa janggal dalam agamanya. Dengan penuh kesabaran Noha menjawabnya. Jawaban Noha membuatnya semakin yakin mengenai Islam. Setelah pertemuannya dengan Noha, sekitar satu setengah bulan kemudian Janna mengucap dua kalimah syahadat.

Ia melakukan itu di asrama mahasiswa di Jerman. Tadinya ia hanya akan bersyahadat di depan Noha. Akan tetapi ketentuannya tidak boleh hanya satu orang saja yang menjadi saksi. Akhirnya Janna bersyahadat di depan dua puluh mahasiswa di ruangan tersebut.

“Saya tidak pernah melupakan hari ketika saya bersyahadat. Dan saya tidak pernah melupakan hari pertama saya shalat sebagai Muslim,” kata dia bahagia. Kumandang azan memang  telah menginspirasi banyak orang untuk mencari tahu tentang Islam.

Dari seruan merdu suara azan ini pula telah banyak melahirkan mualaf-mualaf yang menemukan kebenaran dalam Islam. Panggilan shalat bagi umat Muslim itu telah menjadi sebuah panggilan menuju Islam.
                                                                                    ***


Janna adalah seseorang yang tidak senang mendengar pembicaraan tentang kematian. Ia membenci percakapan mengenai tema itu dan memilih meninggalkan orang-orang ketika percakapan tentang kematian dimulai. Percakapan tentang seseorang yang meninggal saja dia tidak suka, apalagi datang ke pemakaman.

Suatu hari, salah satu pamannya meninggal dunia di depan matanya. Peristiwa itu memunculkan sebuah pertanyaan besar dalam diri Janna. Selama ini, ia berpikir hidup hanyalah sebatas kehidupan di dunia saja. Namun setelah melihat pamannya menghembuskan napas terakhirnya di depan mata Janna, ia menyadari keberadaannya di dunia lebih dari apa yang  dipikirkan sebelumnya.

“Setiap orang berinvestasi waktu terlalu banyak dan tidak menyadari hal itu dapat direnggut dalam satu detik,” ujarnya. Setelah kematian sang paman, ia melewati waktu dengan penuh kecemasan. Ia terbangun tiga kali dalam semalam hanya untuk mengecek ayah dan ibunya masih bernapas di tempat mereka tidur. Ia sangat takut kehilangan mereka.

Ketakutan Janna terhadap kematian bukannya tidak beralasan. Selama ini ia berpikir kematian adalah akhir dari segalanya. Namun ketika ia membaca tentang Islam, Janna menemukan jawaban apa yang akan terjadi terhadap manusia ketika ia meninggal. Ada kehidupan kekal setelah manusia mati.

Janna sempat mempelajari beberapa agama selain Islam. Akan tetapi tidak ada satu agama pun dapat memberi penjelasan yang sangat logis kecuali Islam. Kini hatinya telah terpaut pada Islam.

Jenna Govan: Islam Begitu Sederhana dan Logis

Senin, 19 Agustus 2013, 19:23 WIB

Mualaf (ilustrasi).REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Jenna Govan lahir dan besar di Australia. Orang tuanya bercerai ketika ia remaja. Sejak itu, ia dididik ibunya.

Secara psikologis, perceraian orang tuanya memberikan pengaruh. Namun, ketelatenan ibunya mendekatkan Jenna dengan agama sangat membantu.

Bersama ibu dan adiknya, ia rutin pergi ke gereja setiap Ahad. Jenna juga aktif menjalani aktivitas gereja. Selama menjalani aktivitas itu, ia mengagumi kisah-kisah para Nabi. Namun, pemahaman agama yang masuk dalam pemikirannya adalah berdoa hanya dilakukan di gereja.

Memasuki usia remaja, ibu Jenna kembali menikah. Pernikahan itu rupanya tidak membuat Jenna bahagia. Ia selalu bertengkar dengan ayah tirinya itu.

Ketika bertengkar, Jenna mulai melampiaskan kemarahannya dengan narkoba. Saat itu pula, ia mulai berkenalan dengan teman suaminya kelak yang seorang Muslim. Melalui dia, ia banyak mendapat pengetahuan tentang Islam dan Muslim.

Melalui pengetahuan yang didapatnya, Jenna kembali ingat tentang konsep Ketuhanan Yesus dari sudut pandang Kristen. Ketika membandingkan dengan pandangan Islam, ia menemukan satu fakta sederhana dan logis. Ia pun mengucapkan syahadat di usianya yang masih belia. Di saat bersamaan, ia dilamar seorang pria Melayu.

Ketika menjadi Muslim, Jenna banyak bergaul dengan komunitas Melayu di Australia. Sejujurnya ia sangat kurang nyaman dengan pandangan komunitas itu terhadap dirinya. Sejak itu, ia merasa terisolasi. Merasa terisoloasi, membuat Jenna kurang lepas dalam mempelajari Islam. Itu terlihat ketika ia merasa ragu ketika mencoba mengenakan jilbab. Ia semakin bingung bagaimana ia menjalani kehidupannya sebagai Muslim.

Pada satu fase memuncak, ia memutuskan meninggalkan suaminya. Rasa frustasi kembali mendera. Godaan menghabiskan waktu di dunia malam mulai datang. Alhamdulillah, Jenna ogah menyerah dengan gaya hidup yang dilarang Islam.

Selang beberapa lama, Jenna mulai menemukan kembali dirinya, ia kembali berteman dengan komunitas Muslim yang kali beragam. Bersama mereka, ia mempelajari Islam lebih intensif. Selanjutnya, Jenna kembali menikah dengan seorang pria Muslim. Ia juga kembali kuliah sembari mendalami Islam.

"Sejak itu, aku mencoba untuk membantu mereka yang menjadi mualaf,” kenang dia seperti dikutip onislam.net, Senin (19/8).

Pernikahan kali ini membuatnya begitu bahagia. Keluarga suaminya begitu mendukung usaha Jenna untuk menjadi Muslim yang kaffah. Kebahagiaan Jenna kembali bertambah ketika keluarganya mulai menerima statusnya sebagai Muslim. “Ibuku melihat banyak perubahan dalam diriku. Aku dinilai begitu bertanggung jawab dan menjadi pribadi yang lebih baik,” tutup Jenna.

 Reporter : Agung Sasongko Redaktur : Karta Raharja Ucu