Kamis, 16 Februari 2012

Ummu Umarah: Kisah Prajurit Muslimah yang Gagah Berani



REPUBLIKA.CO.ID, Bukit Uhud, 7 Syawal 3 H/ 22 Maret 625 M.  Sekitar 700 pasukan tentara Muslim yang dipimpin Rasulullah SAW bertempur melawan 3.000 tentara kafir di bawah komando Abu Sufyan. Kemenangan yang hampir diraih umat Islam, berubah menjadi kekalahan, setelah pasukan Muslim mengabaikan perintah Rasulullah SAW.
Pasukan kafir pun memukul balik serangan tentara Muslim.  Mereka berniat untuk membunuh Rasulullah SAW. Melihat pasukan Muslim yang terjepit, seorang prajurit Muslimah bernama Ummu Umarah atau Nasibah binti Ka'ab al-Anshariyah justru tampil mengangkat pedang. Dengan penuh keberanian, Ummu Umarah menghadang laju tentara kafir yang berniat membunuh Nabi Muhammad SAW.
''Siang itu, sambil membawa sekendi air, saya keluar menuju Uhud untuk menyaksikan pertempuran kaum Muslimin.  Awalnya, tentara Muslim memenangkan pertempuran.  Namun, ketika pasukan Islam mulai kalah, saya langsung terjun ke medan laga. Saya halau segala serangan yang datang ke arah Rasulullah dengan pedang saya,'' kisah Ummu Umarah seperti dituturkan Ibnu Sa'ad dalam Thabaqat.
Ummu Umarah adalah sosok Muslimah yang ikut berjihad dan pemberani, dan tidak takut mati di jalan Allah. Keberanian wanita dari Bani Mazim An-Najar itu membuat Rasulullah SAW bangga. ''Siapakah yang sanggup melakukan seperti yang engkau lakukan, wahai Ummu Umarah?” ujar Rasulullah memuji.
Ia salah satu dari wanita Madinah yang bersegera masuk Islam. Mujahidah yang satu ini juga tercatat sebagai satu dari dua Muslimah yang pergi bersama generasi Anshar ke Makkah untuk berbai’at kepada Rasulullah. Keluarga Ummu Umarah dikenal sangat pemberani.
Ketika Rasulullah SAW memimpin pasukannya menuju bukit Uhud, ia bersama suaminya, Ghaziyah bin Amr serta dua buah hatinya, Abdullah dan Hubaib tutur bergabung. Awalnya, Ummu Umarah bertugas sebagai perawat tentara yang terluka serta menyediakan minuman.
Ummu Umarah tak gentar saat menghadapi  Ibnu Qumai'ah yang penuh amarah hendak membunuh Rasulullah. Serangan demi serangan, ia halau dengan pedangnya. Hingga, ia mengalami luka pada bagian pundaknya.  Ummu Umarah mengisahkan peristiwa heroik yang dialaminya pada Perang Uhud dengan penuh semangat.
“Aku melihat banyak di antara kaum Muslimin yang lari kocar-kacir dan menginggalkan Rasulullah. Hingga tinggal tersissa beberapa orang yang melindungi beliau termasuk aku, kedua anakku, sedangkan suamiku berada di depan beliau untuk melindunginya. Dan Rasulullah melihat aku tidak bersenjata,'' ungkap Ummu Umarah.
Saat  melihat seorang tentara Muslim yang mundur, Rasulullah pun berkata,''Berikan senjatamu kepada orang yang sedang berperang.”  Ummu Umarah pun lalu mengambil pedang yang dilembaprkan tentara yang lari tersebut dan segera melindungi Nabi SAW dari gempuran musuh.
Ummu Umarah adalah teladan bagi para Muslimah. Ia telah mengorbankan dirinya  di jalan  jihad membela agama Islam. Ia telah menunaikan kewajibannya sesuai dengan kemampuannya, baik di waktu perperang maupun di waktu aman. Ia telah turut serta bersama Rasulullah SAW  dalam Bai’atur Ridwan di Hudaibiyah, yaitu bai’at perjanjian untuk membela agama Allah.
Tak hanya berjuang di Perang Uhud, Ummu Umarah pun tampil mengangkat panji-panji pasukan Muslim Perang Hunain. Tak lama setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW,  sebagian kabilah yang dipimpin Usailamah al-Kadzab murtad. Bahkan, Usailamah mengaku sebagai nabi. Khalifah pertama Abu Bakar ash-Shidiq pun memutuskan untuk memerangi nabi palsu itu.
Mendengar kabar itu, Ummu Umarah pun segera  mendatangi Abu Bakar Ash-Shidiq. Ia mohon izin untuk turut berjuang ke medan perang bersama pasukan Muslim yang akan memerangi orang-orang murtad dari Islam. Mendenfar permohonan itu, Abu Bakar pun berkata, ''Sungguh kami telah menyaksikan pengorbananmu di medan jihad, maka keluarlah (untuk berperang) dengan menyebut nama Allah.”
Secara khusus, Rasulullah SAW pun mendoakan Ummu Umarah. Ketika sang mujahidah terluka,  Rasulullah SAW berkata kepada putra Ummu Umarah, ''Ibumu! Ibumu! Balutlah lukanya.  Ya Allah, jadikanlah mereka teman-temanku di surga.''
Ummu Umarah adalah seorang sahabat Rasul yang senantiasa mengaplikasikan keislamannya dalam amal nyata.  Keberaniannya dalam setiap situasi menjadikannya sosok pahlawan sejati.  Obsesi hidupnya begitu mulia, yakni mencari kemuliaan dunia dan kebahagiaan akhirat.

Fathimah Binti Asad: Wanita Mulia Penolong Rasulullah SAW



REPUBLIKA.CO.ID, ''Dia adalah wanita yang sangat saleh. Bahkan, Nabi SAW sering mengunjungi dan beristirahat siang di rumahnya,'' begitulah Ibnu Sa'id melukiskan keagungan Fathimah binti Asad bin Hisyam bin Abdi Manaf. 
Ia adalah istri Abu Thalib bin Abdul Muthalib – paman Nabi Muhammad SAW. Fathimah juga ibu kandung Khalifah ar-Rasyidin keempat, Ali bin Abi Thalib.  Fathimah adalah sosok wanita mulia yang telah mendukung dan membantu perjuangan Rasulullah dalam menyebarkan Islam, setelah wafatnya Abu Thalib dan Khadijah RA
Muhammad Ibrahim Salim dalam  Perempuan-perempuan Mulia di Sekitar Rasulullah SAW, mengungkapkan, Fathimah  merupakan seorang wanita  dengan ide-ide cemerlang, penuh kelembutan, pandai serta kehormatan dan kedudukannya yang melebihi wanita lain.
Ketika tahun 10 kenabian, Rasulullah SAW mengalami amul huzn yang berarti tahun kesedihan -- setelah meninggalnya Abu Thalib dan Khadijah RA – Fathimah tampil menjadi sosok pengganti keduanya. Ia begitu mendukung dan membantu setiap perjuangan Rasulullah SAW dalam menyebarkan agama Islam.
Fathimah membela Rasulullah SAW dari tekanan kaum Kafir Quraisy, hingga akhirnya berhasil hijrah ke Madinah.  Ia pun turut berhijrah ke kota suci kedua bagi umat Muslim itu bersama kaum Muslimin lainnya. Bagi Fathimah binti Asad, Madinah merupakan kota yang penuh dengan kebahagiaan serta kemuliaan, seperti halnya Makkah.
Dedikasi dan pengorbanan Fathimah dalam membela agama Allah SWT sungguh sangat tak ternilai. Ia sungguh wanita yang agung. Rasulullah SAW begitu menghormati sosok Fathimah, bibi, sekaligus besannya. Dalam sebuah hadis yang dikeluarkan Ibnu Abi Ashim dari dari Abdullah bin Muhammad bin Umar bin Ali bin Abu Thalib dikisahkan bawah ketika Fathimah wafat, Rasulullah SAW mengkafaninya dengan bajunya.
Lalu Rasulullah SAW bersabda, ''Sepeninggal Abu Thalib, saya belum pernah menemukan orang yang lebih baik padaku selain Fathimah bin Asad.''  Bahkan, Rasulullah SAW juga sampai turun ke liang lahat untuk kemudian membaringkan jasad wanita yang suci itu. Sehingga, terpancarlah cahaya Illahi dalam kuburannya dengan semerbak harum roh sucinya dan curahan rahmat Sang Pencipta.
Seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, ''Wahai Rasulullah, kami belum pernah melihat engkau berbuat kepada seseorang seperti yang engkau lakukan kepada wanita ini (Fathimah binti Asad).'' Lalu Rasulullah menjawab, ''Sesungguhnya, tidak ada orang yang lebih baik padaku setelah wafatnya Abu Thalib, selain dia.''
Begitu banyaknya kebaikan Fathimah, baik kepada Rasulullah maupun kepada puterinya,  sehingga  Nabi Muhammad SAW tak pernah melupakan sosok perempuan yang agung itu. Selama hidupnya, Fathimah memang dikenal sebagai sosok penolong agama Allah. Ia juga merupakan pendamping setia perjuangan Rasulullah SAW. Ia dikenal sebagai wanita yang mempunyai pengetahuan berlimpah tentang agama.
Kehidupannya, dipenuhi dengan aktivitas dakwah Islamiyah. Ia juga termasuk salah seorang Muslimah yang juga turut meriwayatkan hadis. Ia telah meriwayatkan sebanyak 46 hadis. Dalam kitab shahihain, menurut Ibrahim Saliim, Fathimah binti Asad meriwayatkan satu hadis Muttafaq 'alaih.
Mengenai waktu wafatnya Fathimah, para ulama berbeda pendapat. Menurut Ibnu Hajar, Fathimah binti Asad wafat sebelum hijrah Nabi SAW. Namun, berdasarkan pendapat yang diyakini kebenarannya, Muslimah agung itu tutup usia setelah turut hijrah menyusul Rasulullah SAW. Ia wafat dan dimakamkan di kota nabi, Madinah.
Hal itu dibenarkan oleh asy-Sya'bi yang mengatakan bahwa Fathimah masuk Islam di Makkah, lalu turut menyusul Rasulullah SAW ke Madinah dan meninggal dunia di kota itu. Fathimah binti Asad adalah wanita yang layak dicontoh para Muslimah sepanjang masa. Ia merupakan sosok perempuan yang istiqamah, tak mengenal lelah, membantu memperjuangkan agama Allah SWT.
Allah SWT memberi keutamaan kepada seseorang yang dikendaki-Nya. Sebab, hanya Dialah pemilik keutamaan yang paling agung.

Mengkaji Kandungan Alquran dengan Benar


REPUBLIKA.CO.ID, Tafsir Al-Qur'anul ‘Azhim atau lebih dikenal dengan sebutan Tafsir Ibnu Katsir, merupakan salah satu kitab tafsir yang paling populer di kalangan umat Islam. Kitab Tafsir ini ditulis oleh Imam Al-Hafiz Ibnu Katsir (wafat 774H ).
Di samping dikenal sebagai ulama terkemuka di bidang tafsir, Ibnu Katsir juga dikenal sebagai imam di bidang hadis, hingga bergelar "Al-Hafiz". Ia juga sangat menguasai bidang sejarah dan fikih.
Banyak ulama yang memuji keluasan dan kedalaman ilmunya, baik di masa Imam Ibnu Katsir maupun sesudahnya. Hal ini karena Ibnu Katsir menguasai berbagai disiplin ilmu agama. Dan karyanya dalam bidang tafsir, termasuk yang paling unggul.
Satu hal yang menjadi lebih istimewa, kitab tafsir karya Ibnu Katsir ini termasuk dalam kelompok Tafsir bil Ma’tsur. Yakni, karya tafsir yang mengedepankan berbagai hadis Nabi SAW dan riwayat-riwayat lainnya sebagai basis penafsiran ayat Alquran. Berbeda dengan Tafsir bir Ra’yi, yang lebih mengedepankan logika dan pendapat dalam menafsirkan suatu ayat. Karenanya, menurut banyak pihak, Tafsir bil Ma’tsur lebih unggul, sebab sumber penafsirannya bersumber dari Rasulullah SAW dan para sahabatnya.
Rasul SAW adalah orang yang paling mengerti tentang Alquran. Sebab Alquran diturunkan kepada Rasul SAW dan wajib disampaikan kepada umatnya. Sementara para sahabatnya adalah orang-orang yang paling memahami kandungan Alquran, karena mereka menimbanya dari Rasul SAW. Inilah yang menjadi kekuatan dan kelebihan tafsir karya Imam Ibnu Katsir.
Atas berbagai pendapat yang dikemukakan, diberikan tarjih atas masalah tersebut. Terkadang Ibnu Katsir mengomentari kualitas hadis dan periwayatnya. Ini semua karena latar belakang pengetahuannya yang sangat mendalam dalam ilmu hadis. Ibnu Katsir lebih banyak memilih pendapat yang dipandang paling kuat dari segi hukum.
Imam Suyuthi dan Az-Zarqani memuji Tafsir Ibnu Katsir ini. “Belum pernah ada (kitab tafsir) yang ditulis dengan gaya semacam itu,” jelas Suyuthi dan Az-Zarqani. Begitu kuatnya pesona kitab tafsir ini, hingga mengundang minat dan kepedulian para ulama dan akademisi, untuk terus menelitinya kembali.
Tidak heran, jika sampai saat ini banyak sekali versi tafsir Ibnu Katsir. Mulai dari versi aslinya, versi tahqiq dan takhrij (yang diteliti kembali naskah dan derajat hadis yang digunakan, serta diberi catatan kaki oleh penelitinya).
Selain itu, ada juga versi mukhtashar (ringkasan), versi tahdzib (dirapikan kembali susunannya), hingga versi shahih (yang telah dibersihkan dari berbagai riwayat dhaif (lemah).
Di Indonesia, sedikitnya terdapat empat versi yang telah diterbitkan. Dan Shahih Tafsir Ibnu Katsir yang terdiri sembilan jilid oleh Pustaka Ibnu Katsir ini merupakan yang paling baru. Tafsir ini juga dilengkapi dengan index secara terpisah, untuk memudahkan melacak tema-tema yang diinginkan. Disebut dengan Shahih Tafsir Ibnu Katsir, karena hanya diambil hadis-hadis yang benar-benar sahih dan dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.
Karena itu, kitab Tafsir Shahih ini sangat layak dijadikan referensi setiap Muslim dalam memahami kandungan isi Alquran.

Puasa Bantu Perangi Kanker


Liputan6.com, California: Selain sebagai ajaran agama, berpuasa ternyata juga membantu memerangi penyakit berbahaya, seperti kanker. Sebuah penelitian di Universitas Southern California, Amerika serikat, menemukan jika puasa bisa membantu memerangi kanker dan meningkatkan efektivitas pengobatan.
Dalam percobaan pada tikus, para peneliti menemukan sel tumor merespons berbeda terhadap stres yang ditimbulkan saat berpuasa dibandingkan sel normal. Sel-sel yang diketahui sebagai penyakit itu terus tumbuh dan membagi, pada akhirnya menghancurkan diri mereka sendiri.
"Sel ini, pada kenyataannya melakukan bunuh diri. Apa yang kami lihat adalah bahwa sel kanker berusaha untuk mengkompensasi kekurangan dari semua hal yang hilang dalam darah setelah puasa," ungkap Profesor Valter Longo, pemimpin penelitian tersebut.
Bahkan, berpuasa dapat memberikan pengobatan kepada penderit tanpa kemoterapi. Hal itu ditunjukkan dengan memperlambat pertumbuhan kanker payudara, kanker kulit melanoma, kanker glioma otak dan neuroblastoma atau kanker yang terbentuk di jaringan saraf.
Peneliti menyarankan, dalam setiap kasus, menggabungkan puasa dengan kemoterapi membuat pengobatan kanker lebih efektif.(zeeNews/Dailymail/AIS)

Studi pada Tikus Menunjukkan Puasa Melemahkan Kanker


Washington (AFP/ANTARA) – Penelitian pada tikus dengan kanker menunjukkan bahwa puasa dapat melemahkan tumor dan membantu proses kemoterapi jauh lebih baik, ilmuwan mengatakan pada hari Rabu.

Meskipun masih belum diketahui apakah pendekatan yang sama dapat bekerja pada manusia, atau bahkan aman, peneliti mengatakan temuan ini bermanfaat untuk meningkatkan respon terhadap pengobatan kanker.

Dalam percobaan tikus, "kombinasi dari siklus puasa ditambah kemoterapi jauh lebih efektif daripada hanya kemoterapi saja," kata penulis senior, Valter Longo, profesor ilmu usia lanjut dan ilmu biologi di University of Southern California (USC).

Longo dan rekan-rekannya sebelumnya menerbitkan temuan tahun 2008 yang menunjukkan bagaimana puasa melindungi sel-sel normal terhadap kemoterapi dalam sebuah studi yang terfokus pada satu jenis kanker dan obat kemoterapi tunggal.

Penelitian terbaru memperluas penelitian yang menunjukkan bahwa puasa membuat sel-sel kanker lebih rentan, dan menguji beberapa jenis kanker yang berbeda pada tikus.

Jenis kanker yang dipelajari meliputi kanker payudara, melanoma (kanker kulit yang berasal dari sel-sel penghasil pigmen), glioma (jenis tumor yang dimulai di otak atau tulang belakang) dan human neuroblastoma (tumor/kanker yang terjadi di masa kecil).

Semua studi kanker menunjukkan bahwa puasa yang dikombinasikan dengan kemoterapi meningkatkan kelangsungan hidup, memperlambat pertumbuhan tumor dan/atau membatasi penyebarannya.

Studi ini muncul dalam jurnal Science Translational Medicine.

"Kami tidak tahu apakah itu efektif pada manusia," kata Longo, seraya menambahkan bahwa saat ini puasa "terlarang" untuk pasien kanker, meskipun mereka dapat bertanya pada dokter mengenai kemungkinan untuk melakukannya.

Pada tahun 2010, studi yang dilakukan pada 10 penderita kanker yang mencoba siklus puasa dengan terapi obat menunjukkan bahwa mereka merasakan lebih sedikit efek samping dari kemoterapi, menurut data yang dilaporkan sendiri. Studi ini dipublikasikan di jurnal Aging.

Hasil dari percobaan fase 1 menunjukkan keamanan berpuasa dua hari sebelum dan satu hari setelah kemoterapi pada pasien kanker payudara, saluran kemih dan kanker ovarium, yang dilakukan di USC, telah diajukan untuk dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Society of Cancer Oncologists akhir tahun ini.

"Sebuah cara untuk mengalahkan sel kanker mungkin tak bisa langsung membunuh mereka secara khusus tapi dengan membentuk lingkungan yang ekstrim, seperti puasa dimana sel-sel normal dapat merespon dengan cepat," kata Longo. (IA/ML)

Mukjizat Alquran: Jenis Kelamin Bayi


REPUBLIKA.CO.ID, Hingga baru-baru ini, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh sel-sel ibu. Atau setidaknya, dipercaya bahwa jenis kelamin ini ditentukan secara bersama oleh sel-sel lelaki dan perempuan.
Namun, kita diberitahu informasi yang berbeda dalam Alquran, yang menyatakan bahwa jenis kelamin laki-laki atau perempuan diciptakan "dari air mani apabila dipancarkan".
"Dialah yang menciptakan berpasang-pasangan pria dan wanita, dari air mani, apabila dipancarkan." (QS. An-Najm: 45-46).
Cabang-cabang ilmu pengetahuan yang berkembang seperti genetika dan biologi molekuler telah membenarkan secara ilmiah ketepatan informasi yang diberikan Alquran ini. Kini diketahui bahwa jenis kelamin ditentukan oleh sel-sel sperma dari tubuh pria, dan bahwa wanita tidak berperan dalam proses penentuan jenis kelamin ini.
Kromosom adalah unsur utama dalam penentuan jenis kelamin. Dua dari 46 kromosom yang menentukan bentuk seorang manusia diketahui sebagai kromosom kelamin. Dua kromosom ini disebut "XY" pada pria, dan "XX" pada wanita.
Penamaan ini didasarkan pada bentuk kromosom tersebut yang menyerupai bentuk huruf-huruf ini. Kromosom Y membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kelelakian, sedangkan kromosom X membawa gen-gen yang mengkode sifat-sifat kewanitaan.
Pembentukan seorang manusia baru berawal dari penggabungan silang salah satu dari kromosom ini, yang pada pria dan wanita ada dalam keadaan berpasangan. Pada wanita, kedua bagian sel kelamin, yang membelah menjadi dua selama peristiwa ovulasi, membawa kromosom X.
Sebaliknya, sel kelamin seorang pria menghasilkan dua sel sperma yang berbeda, satu berisi kromosom X, dan yang lainnya berisi kromosom Y. Jika satu sel telur berkromosom X dari wanita ini bergabung dengan sperma yang membawa kromosom Y, maka bayi yang akan lahir berjenis kelamin pria.
Dengan kata lain, jenis kelamin bayi ditentukan oleh jenis kromosom mana dari pria yang bergabung dengan sel telur wanita. Tak satu pun informasi ini dapat diketahui hingga ditemukannya ilmu genetika pada abad ke-20. Bahkan di banyak masyarakat, diyakini bahwa jenis kelamin bayi ditentukan oleh pihak wanita. Inilah mengapa kaum wanita dipersalahkan ketika mereka melahirkan bayi perempuan.
Namun, tiga belas abad sebelum penemuan gen manusia, Alquran telah mengungkapkan informasi yang menghapuskan keyakinan takhayul ini, dan menyatakan bahwa wanita bukanlah penentu jenis kelamin bayi, akan tetapi air mani dari pria.

Subhanallah..Janin pun Bersujud Ketika Dibacakan Qur'an


REPUBLIKA.CO.ID, Seorang Ibu hamil dan dokter pernah menunjukkan bagaimana efek ayat Alquran yang didengarkan pada janin. Memperdengarkan ayat Alquran pada janin bayi ternyata dapat berefek menentramkan bayi dan dalam janin. Mengapa demikian?.
Pada tahun 1839, ilmuwan Enrick William Duve menemukan bahwa mengekspos otak dengan gelombang suara rendah berpengaruh positif pada sel didalam tubuh manusia. ilmuwan ini menemukan bahwa memperdengarkan gelombang rendah ini membuat sel-sel otak berada dalam keadaan getaran. Setiap sel bergetar mempengaruhi perbaharuan sistem sel-sel lain di sekitarnya.
Karena itu, Peneliti menggunakan cara ini untuk mengobati beberapa penyakit psikologis seperti Skizofrenia, kecemasan, masalah tidur dan beberapa kebiasaan buruk seperti merokok, kecanduan narkoba dan lain-lain.
Di dalam kebiasaan masyarakat barat, mendengarkan lagu klasik menimbulkan 'mozart effect' yang berpengaruh dalam tumbuh kembang janin dan membuat anak semakin cerdas. Namun apakah kita tidak sadar, bahwa bacaan ayat Alquran yang merdu ternyata memiliki gelombang alpha yang sama.
Mendengarkan bacaan ayat Alquran yang disenandungkan secara merdu juga memiliki gelombang alpha pada otak bayi. Ini juga menjadikan pikiran yang tenang, kesehatan dan intelejensia meningkat. bahkan dalam scan dan Ultra SonoGrafi (USG) menunjukkan bayi bersujud ketika dibacakan ayat Alquran.
"Kami telah menciptakan kamu; maka mengapa kamu tidak membenarkan? Adakah kamu perhatikan (benih manusia) yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya? Ataukah Kami yang menciptakannya?" (QS, 56:57-59).
Ini Link Videonya:
http://www.youtube.com/watch?v=N6gAGtcBSgQ

Mukjizat Alquran: Tiga Tahapan Bayi dalam Rahim

REPUBLIKA.CO.ID, Dalam Alquran dipaparkan bahwa manusia diciptakan melalui tiga tahapan dalam rahim ibunya.
"... Dia menjadikan kamu dalam perut ibumu kejadian demi kejadian dalam tiga kegelapan. Yang (berbuat) demikian itu adalah Allah, Tuhan kamu, Tuhan yang mempunyai kerajaan. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia; maka bagaimana kamu dapat dipalingkan?" (QS. Az-Zumar: 6).
Sebagaimana yang akan dipahami, dalam ayat ini ditunjukkan bahwa seorang manusia diciptakan dalam tubuh ibunya dalam tiga tahapan yang berbeda.
Sungguh, biologi modern telah mengungkap bahwa pembentukan embrio pada bayi terjadi dalam tiga tempat yang berbeda dalam rahim ibu. Sekarang, di semua buku pelajaran embriologi yang dipakai di berbagai fakultas kedokteran, hal ini dijadikan sebagai pengetahuan dasar.
Misalnya, dalam buku Basic Human Embryology, sebuah buku referensi utama dalam bidang embriologi, fakta ini diuraikan sebagai berikut: "Kehidupan dalam rahim memiliki tiga tahapan: pre-embrionik; dua setengah pekan pertama, embrionik; sampai akhir pekan kedelapan, dan janin; dari pekan kedelapan sampai kelahiran." (Williams P, Basic Human Embryology, 3. edition, 1984, s. 64.)
Fase-fase ini mengacu pada tahap-tahap yang berbeda dari perkembangan seorang bayi. Ringkasnya, ciri-ciri tahap perkembangan bayi dalam rahim adalah sebagaimana berikut:

Tahap Pre-embrionik

Pada tahap pertama, zigot tumbuh membesar melalui pembelahan sel, dan terbentuklah segumpalan sel yang kemudian membenamkan diri pada dinding rahim. Seiring pertumbuhan zigot yang semakin membesar, sel-sel penyusunnya pun mengatur diri mereka sendiri guna membentuk tiga lapisan.
Tahap EmbrionikTahap kedua ini berlangsung selama lima setengah pekan. Pada masa ini bayi disebut sebagai "embrio". Pada tahap ini, organ dan sistem tubuh bayi mulai terbentuk dari lapisan-lapisan sel tersebut.
Tahap FetusDimulai dari tahap ini dan seterusnya, bayi disebut sebagai "fetus". Tahap ini dimulai sejak kehamilan bulan kedelapan dan berakhir hingga masa kelahiran. Ciri khusus tahapan ini adalah terlihatnya fetus menyerupai manusia, dengan wajah, kedua tangan dan kakinya. Meskipun pada awalnya memiliki panjang 3 cm, kesemua organnya telah nampak. Tahap ini berlangsung selama kurang lebih 30 pekan, dan perkembangan berlanjut hingga pekan kelahiran.
Informasi mengenai perkembangan yang terjadi dalam rahim ibu, baru didapatkan setelah serangkaian pengamatan dengan menggunakan peralatan modern. Namun, sebagaimana sejumlah fakta ilmiah lainnya, informasi-informasi ini disampaikan dalam ayat-ayat Alquran dengan cara yang ajaib. Fakta bahwa informasi yang sedemikian rinci dan akurat diberikan dalam Alquran pada saat orang memiliki sedikit sekali informasi di bidang kedokteran, merupakan bukti nyata bahwa Alquran bukanlah ucapan manusia tetapi Firman Allah.

Rahasia Ilmiah Shalat

REPUBLIKA.CO.ID, Apabila dicermati, terdapat 90 ayat lebih di dalam Alquran yang berhubungan dengan shalat. Bila semua ayat tersebut kita telisik, maka kita akan menemukan kesimpulan bahwa manfaat shalat kembali pada kabaikan diri sendiri.
Sebagian besar ayat-ayat Alquran itu menyatakan bahwa jika ritual ibadah ini dikerjakan dengan baik dan benar sesuai dengan yang dikerjakan oleh Rasulullah SAW, maka shalat akan menjadi penolong, pemberi rahmat dan keberuntungan, mengangkat manusia ke tempat yang terpuji, serta akan mencegah perbuatan keji dan mungkar.
Selama ini, semua keuntungan itu kurang dimengerti dan mungkin tidak terpikirkan oleh umat Islam atau dianggap sebagai rahasia yang tidak mungkin terungkap. Syukurlah, kini makin banyak penelitian ilmiah mengenai gerakan dan manfaat shalat bagi manusia. Ternyata manfaat shalat bagi manusia tak terhingga. Sehingga pada dasarnya manusia itu sangat membutuhkan shalat.
Buku yang ditulis oleh seorang profesor riset ini menyajikan rahasia dan keajaiban shalat secara ilmiah. Pada bagian awal bukunya, penulis mengemukakan bahwa para ilmuwan dan pemikir Muslim dari berbagai bidang ilmu seperti biologi, kesehatan, neurologi, dan kosmologi telah berhasil menyibak sebagian rahasia shalat berdasarkan bukti-bukti empiris dan ilmiah.
“Dengan adanya temuan tersebut, sebenarnya Allah SWT telah mengulurkan tangan-Nya yang tak terlihat untuk memperkokoh iman dan takwa kita kepada-Nya,” kata seorang ilmuwan.
Ia menjelaskan, dari hasil penemuan para ilmuwan itu, manusia akan menyadari betapa banyak manfaat dan kebaikan yang dapat diraih manusia dari berbagai hal yang diperintahkan Allah SWT. “Mengapa kita diperintahkan Allah untuk bangun dan mengerjakan shalat pada waktu Subuh telah terjawab melalui fisiologi dan farmakologi, arah kiblat yang benar bisa dibuktikan melalui astronomi, bacaan takbir bisa dijelaskan melalui kosmologi, gerakan rukuk dan sujud dapat diterangkan oleh neurologi...”
Secara keseluruhan, buku ini dibagi menjadi sembilan bab. Dimulai dengan uraian mengenai untuk apa kita shalat (seperti dikutip di atas), kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai keajaiban shalat (miracles of shalat) dan rahasia wudhu (the secret of wudhu). Bab berikutnya menjelaskan filosofi kiblat, dan terapi gerakan shalat yang meliputi berdiri dan takbir, rukuk, iktidal dan sujud, duduk, dan salam.
Bab selanjutnya memaparkan tentang khusyuk dalam shalat, diikuti dengan penjelasan tentang keagungan Allah dan sebuah ruang tanpa batas. Bab berikutnya mengupas tentang keutamaan shalat berjamaah. Buku ini ditutup dengan uraian mengenai pentingnya memelihara shalat. Seperti ditegaskan oleh Allah SWT dalam Surat Al-Baqarah ayat 238, yang artinya, "Peliharalah semua shalat(mu) dan (peliharalah) shalat wustha. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyuk.”

Subhanallah, Pesawat NASA AS, Asapnya Membentuk Lafadz Allah SWT

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Subhanallah, kebesaran Allah SWT sungguh luar biasa. Amerika Serikat (AS) pun mengakuinya. Saat peluncuran pesawat NASA AS, asap dari hasil luncurannya membentuk lafadz Allah SWT.
Lafadz Allah SWT terbentuk dari gumpulan asap yang berasal dari pesawat NASA AS yang diluncurkan di langit. Hal itu, membuat kaget  dan menuai perhatian warga Amerika, terutama angkatan udara AS. Namun, itu membuktikan kebesaran Allah SWT. video itupun diberi nama, 'Allah name on earth by NASA'.
simak video lafadz Allah SWT by NASA ini pada link :
http://www.youtube.com/watch?v=q08JLmKL1nI&feature=related

Wamenag : Maulid Bukan Bid'ah

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON - Wakil Menteri Agama (Wamenag) Prof. Dr. Nasaruddin Umar MA mengatakan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan kegiatan bidah.
Maulid merupakan cara mencintai dan mengekspresikan kerinduan terhadap nabi akhir zaman.
"Maulid Nabi Muhammad SAW disebut bidah, harus dilarang. Hati-hati, ada yang mau pecah belah umat Islam," katanya dalam tausiahnya di Masjid Raya At Taqwa Cirebon, Ahad (5/2) malam.
Umar juga mengatakan, kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan sarana yang bagus sekaligus sebagai upaya menempa jiwa umat Islam. Terlebih yang diperingati bukan orang sembarangan, yaitu Nabi Muhammad SAW.
Dia adalah imam atau pemimpin para rasul. Sebab, tatkala Muhammad melakukan isra mi' raj, sebagai imam dalam shalat adalah Muhammad SAW. "Bukan Nabi Adam atau lainnya," kata Nasaruddin Umar dengan suara lantang.
Rasulullah Nabi Muhammad SAW telah menunjukkan keteladannya di permukaan bumi ini. Ia tak gampang menyalahkan orang lain dan tak mudah marah. Jika ada yang minta nasihat, selalu disampaikan pesan jangan marah.

Muslim Fiji Rayakan Maulid Nabi Muhammad

Suva (ANTARA/Xinhua-OANA) - Kalangan Muslim di Republik Kepulauan Fiji pada Senin berkumpul dan merayakan hari lahir Nabi Muhammad yang mengajarkan manusia untuk tetap berada di jalan yang benar.
Wakil Presiden Liga Muslim Fiji Abdul Qayyum Khan mengatakan pada hari libur tersebut diadakan pertemuan khusus yang mengundang pembicara dari Luchnow, India, untuk berceramah dengan topik "meneguhkan ajaran Nabi Muhammad" di Lautoka Divisi Barat, Fiji.
Perdana Menteri Fiji Komodor Voreqe Bainimarama dalam suratnya kepada komunitas Muslim yang mempunyai anggota 6 persen dari total 800.000 jiwa penduduk Fiji, mengatakan Nabi Muhammad hidup dalam ketaatan kepada Tuhan, dan mengajarkan prinsip-prinsip yang mendekatkan "kita semua sebagai manusia, kasih sayang, kesatuan, toleransi dan rasa hormat".
Populasi Muslim di dunia mencapai 2,1 miliar dari 7 miliar penduduk dunia. Keyakinan akan Islam meningkat di negara kepuauan seperti Fiji, tempat masjid atau tempat beribadah umat Muslim ditemukan di seluruh wilayah.
Voreqe mengatakan ajaran Nabi Muhammad adalah pondasi Islam, dan meliputi segala bidang seperti budaya, kehidupan bermasyarakat dan agama. Hal itu sama dengan nilai-nilai penting yang dipegang penduduk Fiji.
"Mengingat hari lahirnya Nabi Muhammad adalah waktu bagi semua penduduk Fiji, untuk merenungi semua kebijaksanaan dan pedoman bahwa keimanan adalah anugerah yang diberikan kepada setiap orang, tanggung jawab antara sesama manusia dan kepada Tuhan," tambah Voreqe.
Voreqe juga mengatakan rasa hormat universal satu sama lain, terlepas dari ras, agama dan budaya adalah berkah bersama.
Dia mendesak penduduk Fiji mempertahankan kepercayaan, kesabaran dan kasih sayang untuk kemajuan bangsa pada masa yang akan datang.

Ulama Lebanon: Maulid Nabi SAW Jangan Sebatas Perayaan

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Sabtu (4/1) besok, umat Islam di seluruh dunia akan merayakan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Ulama Lebanon mengharapkan hari kelahiran Nabi jangan hanya sebatas perayaan saja, namun merupakan momentum bagi umat Islam untuk tetap menjalankan ajaran Rasululullah SAW.
Dewan Islam Lebanon, Syekh Mohammad Anis Arwadi, mengatakan kelahiran Nabi SAW membawa perubahan signifikan bagi manusia dalam beragama dan berkehidupan sosial.
"Terlepas dari perbedaan dalam menyikapi perayaan Nabi, umat Islam harus fokus usaha mengimplementasikan ajaran-ajaran Nabi," kata dia seperti dikutip thedailystar.com, Jum'at (3/1).
Ulama Lebanon, Syekh Mustafa Al-Jaafari, menilai perayaan kelahiran Nabi Muhammad adalah kesempatan untuk mengingat ajaran-ajarannya. "Peristiwa kelahiran Nabi adalah penting bagi masyarakat. Kita perlu memerhatikan apa yang disampaikan Nabi Muhammad untuk hidup kita," katanya.
Jaafari menambahkan dengan perayaan ini, umat Islam tak lupa harus mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas anugerah berupa kedatangan teladan umat manusia. "Sayang, saya belum pernah merayakan kelahiran beliau lantaran situasi keamanan negara memburuk," katanya.
Seperti Indonesia, Lebanon menetapkan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai hari libur nasional. Meski demikian, ada perbedaan pandangan soal perayaan ini. Sebagian masyarakat Lebanon memiliki pandangan bahwa hari besar Islam hanya ada dua yakni Idul Fitri dan Idul Adha. Namun, sebagian lainnya, hari kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan hari besar Islam.
Bagi warga Lebanon yang merayakan hari kelahiran Rasululullah SAW, biasanya mereka menyajikan makanan khas seperti raha, sejenis jelly yang dilapisi kacang dan berkuah air mawar. Coklat dan permen juga camilan yang juga dihindangkan dalam acara perayaan. Dalam beberapa tahun terakhir, warga Lebanon juga bertukar hadiah.