Selamat datang di DKM AL FATAH-ONLINE Sadeng Kaum Blogger - Welcome to DKM AL FATAH - ONLINE Sadeng Kaum Blogger .... Kirim Artikel Anda yang bernuansa Islami, kritik dan saran Anda ke email : dkmalfatah.online@gmail.com kami akan muat ... !!!!
DKM AL FATAH ONLINE SADENG KAUM: Surat Al-Fatihah

LISTEN TO ALQUR'AN ONLINE

Listen to Quran

Selasa, 14 Juni 2011

Surat Al-Fatihah

Surat Al-Fatihah mengandung tiga pokok bahasan utama yang sekaligus merupakan pokok bahasa dalam kajian Islam, yaitu :

1. Aqidah (Tauhid).
2. Syari’ah .
3. Muamalah.

1.Aqidah (Iman Dengan Allah & Hari Pembalasan)

Al-Fatihah menanamkan keimanan dengan Allah dengan memperkenalkan tiga macam tauhid :

- Tauhid Rububiyah : Meyakini bahwa hanya Allah yang menciptakan dan mengatur alam semesta ( Ayat 2 ).

- Tauhid Asma’ & Sifat : Meyakini bahwa hanya Allah saja yang maha sempurna dalam segnap asma dan sifatnya. ( Ayat 1 & 3 ).

- Tauhid Uluhiyah : Meyakini bahwa hanya kepada Allah saja mengabdikan diri ( Ayat 5 ).

Surat al-Fatihah juga menanamkan keyakinan dengan hari pembalasan ( Ayat 4 )

2. Syari’ah .

Al-Fatihah membahas tentang tata cara hubungan manusia dengan Allah SWT, untuk mendapatkan keridhaan-Nya.( Ayat 5 )

3. Mu’amalah.

Al-Fatihah membahas juga tentang tatacara hubungan sesama manusia agar tercapai kehidupan yang bahagia penuh kenikmatan, dan terhindar dari kemurkaan Allah serta jauh dari kesesatan.( Ayat 7 ).


Ayat 1

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Dengan nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang”.

Ayat yang pertama turun kepada Rasulullah SAW. Adalah : ( إقرأ باسم ربك ) “Bacalah dengan nama Tuahanmu!, yang mengandung makna agar Rasulullah SAW memulai menyampaikan wahyu kepada umatnya dengan menyebut nama-Nya. Untuk mengamalkan perintah Allah tsb. maka setiap awal surat yang disampaikan Rasulullah SAW, selain surat At-Taubah senantiasa diawali dengan menyebut “Basmalah” .

Dengan menyebut “Basmalah” pada setiap awal surat memberikan suatu pengertian bahwa wahyu yang disampaikan Rasulullah SAW. itu bukan dari dan atas kemauan Rasulullah SAW pribadi, akan tetapi ia berasal dari Allah SWT, dan atas perintah-Nya serta mengharapkan keridhaan dan keberkahan-Nya.

Sejalan dengan itu pula maka Rasulullah mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa memulai setiap pekerjaan dengan menyebut nama Allah agar pekerjaan tersebut mendapatkan berkah dan ridha Allah SWT. Sebaliknya apabila tidak dimulai dengan menyebut nama Allah maka pekerjaan itu akan sia-sia. Sabda Rasulullah SAW :

عن أبى هريرة رضى الله عنه قال:قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: كل أمرذى بال لا يبدأفيه ببسم الله الرحمن الرحيم فهو أقطع (رواه أبو داود)

Artinya: Menurut keterangan Abu Hurairah r.a. Rasulullah SAW, pernah bersabda : ”Setiap perbuatan yang mengandung arti apabila tidak dimulai dengan “Basmalah” maka akan terputus berkatnya (tidak berhasil dengan baik)” ( H.R. Abu Daud ).

Ungkapan ( بسم الله) mengandung makna tersirat : Aku mulai, atau aku baca dengan nama Allah…; dengan demikian kalimat tersebut merupakan suatu doa’ atau pernyataan bahwa pekerjaan itu kita mulai dengan nama Allah, atau atas perintah Allah untuk mengharapkan ridha dan keberkahan daripada Allah SWT, serta terhindar dari hal-hal yang akan merusak pekerjaan tersebut atau merusak hati pelaku perjaan tersebut karena dorongan hawa nafsu dan gangguan syetan dan jin ataupun manusia yang mempunyai niat yang buruk.

الرحمن الرحيم

adalah dua nama dan sifat Allah yang terambil dari akar kata ( الرحمة) yang biasa diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia dengan “ Rahmat ”. Arti keduanya secara umum adalah : “Yang mempunyai rahmat yang melimpah ruah dan senantiasa melimpahkan rahmat-Nya itu kepada makhluk-Nya dengan penuh kasih sayang. Semua nikmat yang ada didunia ini berasal dari limpahan rahmat-Nya yang tidak akan pernah kering dan habis itu.

Secara rinci ada ulama yang menafsirkan الرحمن dengan : ”Sifat kasih sayang yang senantiasa tercurah, sedangkan الرحيم adalah aplikasi dari sifat tersebut, yaitu dengan segala kepemurahan-Nya Allah senantiasa melimpahkan rahmat kepada makhluk-Nya . Sebaliknya ada pula yang menafsirkan kebalikan dari itu, yaitu الرحمن Adalah : Yang senantiasa melimpahkan rahmat dan karunia-Nya kepada makhlukNya tanpa pilih kasih. Apakah orang itu kafir atau muslim, apakah orang itu bersyukur atau kufur, apakah orang itu mukmin atau munafiq, semua diberi-Nya limpahan nikmat dan karunia-Nya yang tidak akan pernah habis, karena itu biasa diterjemahkan dengan : Yang Maha Pemurah. Sedangkan الرحيم adalah sifat kasih sayang yang khusus diberikan kepada orang-orang yang beriman, baik didunia maupun diakhirat sebagaimana firman-Nya adaalam Surat Al-Ahzab ayat 43 :

(وكان بالمؤمنين رحيما )

artinya: “Allah itu Maha Penyayang terhadap orang yang beriman (QS.33:43).

Dengan membaca dan meyakini sepenuhnya bahwa semua nikmat yang ada didunia ini adalah milik Allah SWT, yang berasal dari limpahan Rahmat-Nya yang tidak putus putusnya dan meyakini pula bahwa Allah SWT, sangat pemurah untuk mencurahkan rahmat dan karunia-Nya maka timbullah pengharapan yang penuh dan optimis terhadap limpahan rahmat-Nya , sebaliknya dengan menyadari kelemahan kita sebagai manusia yang tidak akan mendapatkan kebutuhan hidup lahir dan bathin selain hanya dari Allah SWT yang Maha Rahman dan Rahim, maka akan timbullah rasa ketergantrungan kita kepada Allah dalam segala hal , dan sekaligus hilang pulalah rasa ketergantungan kita kepada siapapun selain Allah SWT.

Rasa ketergantungan dan penuh harapan kepada Allah SWT, dalam segala hal itu merupakan cikal tauhid yang tumbuh dalam diri seorang mukmin yang selanjutnya akan membuahkan pengabdian kepada Allah SWT, dengan melakukan ibadah dan mua’amalah, aktifitas kehidupan yang dirdhai Allah dengan penuh keikhlasan dan kecintaan mengharapkan keredhaan Allah SWT Yang Maha Rahman dan Rahim.

Mengucapkan dan merenungkan makna “Rahman & Rahim” selanjutnya juga akan menimbulkan rasa malu untuk melakukan kemaksiatan atau pendurhakaan kepada Allah SWT, yang senantiasa dan tidak putus-putusnya melimpahkan rahmat dan nikmat-Nya kepada kita dengan penuh kasih sayang tanpa mengharapkan apapun dari hamba-Nya selain kebahagiaan hamba-Nya itu sendiri dalam kehidupan dunia dan akhirat.
IMG0132B.jpg
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Surat Al-Fatihah. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada , 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Share Artikel

Tidak ada komentar: