Selamat datang di DKM AL FATAH-ONLINE Sadeng Kaum Blogger - Welcome to DKM AL FATAH - ONLINE Sadeng Kaum Blogger .... Kirim Artikel Anda yang bernuansa Islami, kritik dan saran Anda ke email : dkmalfatah.online@gmail.com kami akan muat ... !!!!
DKM AL FATAH ONLINE SADENG KAUM: Pandangan Profesor Asal Iran soal Sunni-Syiah

LISTEN TO ALQUR'AN ONLINE

Listen to Quran

Rabu, 12 September 2012

Pandangan Profesor Asal Iran soal Sunni-Syiah






TEMPO.CO, Jakarta - Seyyed Hossein Nasr, 79, profesor studi Islam di Universitas George Washington, Amerika Serikat memberikan pernyataan yang menarik soal pertentangan Sunni dan Syiah di dunia ini. 


Apa kata profesor yang lahir di Iran, beragama Islam, dan menguasai enam bahasa ini?

Menurut dia, meski polemik antara Sunni-Syiah telah berlangsung lebih dari 13 abad, terutama sejak persaingan antara Usmaniah dengan Safawiah sejak abad ke-10 Hijriah sampai dengan ke 16 Masehi makin menjadi, tapi baik Sunni maupun Syiah tidak pernah menolak Islam.


Nasr menambahkan, untuk memahami Islam seutuhnya harus selalu diingat bahwa Islam, seperti juga agama-agama lainnya, sejak semula memiliki kemungkinan adanya corak-corak penafsiran yang berbeda-beda.


»Dan walau bagaimanapun, Syiah bukanlah suatu gerakan yang menghancurkan kesatuan Islam, tapi Syiah itu justru menambah kekayaan sejarah dan penyebaran Al-Quran,” kata Nasr.


Pernyataan-pernyataan Nasr ini menjadi pengantar dalam buku Islam Syiah, Asal Usul dan Perkembangannya, yang ditulis oleh Allamah M.H. Thabathaba’i. Buku ini terbitan PT Pustaka Utama Grafiti Jakarta pada 1989 yang mengambil judul asli Syiah Dar Islam (Syiah dalam Islam), buku tentang Islam sebagaimana dilihat dan ditafsirkan oleh Syiah dari penulis yang sama.


Allamah M.H. Thabathaba’i mewakili golongan utama dan intelektual dari ulama Syiah yang berpengaruh besar dan orang yang dianggap mewakili penafsiran Syiah yang lebih universal. Nasr dan Allamah M.H.

Thabathaba’i saling bekerja sama selama enam tahun, di mana Nasr menterjemahkan buku ini kedalam bahasa Inggris.


Nasr menjelaskan, ada lima prinsip agama atau ushuluddin sebagaimana dinyatakan oleh Islam Syiah mencakup:

1.Tauhid, yakni kepercayaan kepada keesaan Ilahi
2.Nubuwat, yakni kenabian
3.Ma’ad, yakni kehidupan akhirat
4.Imamah atau keimanan, yakni kepercayaan adanya imam-imam sebagai pengganti nabi
5.Adil atau Keadilan Ilahi.

Menurut Nasr, dalam tiga prinsip dasar, yakni Tauhid, Nubuwat, dan Ma’ad, Sunni dan Syiah bersepakat.

»Hanya dua prinsip dasar yang lain, yakni Imamah dan Keadilan, mereka berbeda,” ujar dia.

GRACE S. GANDHI
IMG0132B.jpg
Terimakasih, telah membaca artikel mengenai Pandangan Profesor Asal Iran soal Sunni-Syiah. Semoga artikel tersebut bermanfaat untuk Anda. Mohon untuk memberikan 1+ pada , 1 Like pada Facebook, dan 1 Follow pada Twitter. Jika ada pertanyaan atau kritik dan saran silahkan tulis pada kotak komentar yang sudah disediakan.
Share Artikel

Tidak ada komentar: